Sabtu, 24 November 2018 17:30 WITA

Dana Disdik Sulsel Menurun, Guru Honorer Terancam Gigit Jari

Penulis: Fathul Khair
Editor: Mulyadi Abdillah
Dana Disdik Sulsel Menurun, Guru Honorer Terancam Gigit Jari
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dana Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam RAPBD 2019 menurun drastis. Dari Rp110 miliar di tahun 2018, tahun depan cuma Rp29 miliar.

"Benar, terjadi penurunan alokasi APBD murni 2019 untuk Dinas Pendidikan, menjadi tinggal Rp29 miliar lebih untuk tahun 2019," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Setiawan Aswad saat dikonfirmasi Rakyatku.com, Sabtu (24/11/2018).

Jika mengacu pada pemenuhan delapan standar pendidikan nasional, kata Setiawan, anggaran sebesar itu dianggapnya sangat terbatas untuk membiayai pelayanan pendidikan, khususnya pendidikan menengah dan khusus yang menjadi kewenangan pemprov. 

"Jadi fokus pembiayaan adalah program prioritas gubernur, dukungan pelayanan administrasi dan kelembagaan internal. Program kegiatan penunjang program prioritas lainnya pada bidang pembinaan SMA, pembinaan SMK, pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan," ujarnya.

Jika pengurangan ini betul akan diketok palu, dikhawatirkan akan berpengaruh pada alokasi anggaran insentif bagi total 10 ribu lebih pendidik dan tenaga kependidikan, yang dibiayai dari BOS dan APBD Sulsel.

"Sementara untuk pembiayaan insentif guru non PNS, sebesar kurang Rp38 miliar pertahun. Itu menjadi tidak tercover," tambahnya.

Loading...

"Jika tidak mendapatkan tambahan, maka praktis insentif guru non PNS hanya mengandalkan dari Dana BOS, yang sangat terbatas untuk mencover seluruh guru dan tenaga kependidikan non PNS," lanjutnya.

Mengandalkan dana BOS, juga tidak sepenuhnya bisa memenuhi insentif para guru non PNS itu, kata Setiawan. Terutama pada sekolah yang jumlah muridnya sedikit, di bawah 200 orang. 

"Tahun 2018 misalnya. Kita tidak minta 15% alokasi dana BOS untuk guru honor, karena BOS-nya hanya cukup untuk biaya operasional kegiatan pemenuhan 8 standar di sekolah. Tapi biaya guru honornya kita ambil seluruhnya dari APBD," bebernya.

Namun demikian, hingga saat ini pihaknya tetap meminta tambahan alokasi APBD ke TAPD. Namun hal itu belum mendapatkan kepastian penganggaran.

"Dan sementara terus berjuang dengan meminta alokasi tambahan anggaran tersebut ke TAPD dan pak Gubernur," pungkasnya.

Loading...
Loading...