Sabtu, 24 November 2018 05:30 WITA

Kisah Bayu, Korban Gempa Palu Bertemu Keluarga Usai Terpisah 810 Kilometer

Penulis: Himawan
Editor: Nur Hidayat Said
Kisah Bayu, Korban Gempa Palu Bertemu Keluarga Usai Terpisah 810 Kilometer
Bayu (kiri depan) bertemu kembali bersama keluarganya. (Foto: YSTC)

RAKYATKU.COM, PALU - Mata Neni (40) berkaca-kaca. Ia akhirnya bisa bertemu dengan anak keciilnya Bayu (7), setelah terpisah hampir lebih dua bulan. Ibu dan anak ini menjadi korban gempa dan tsunami di Palu dan terpaksa terpisah sesaat setelah gempa besar melanda. 

Pada saat gempa terjadi, Neni hanya bisa menyelamatkan dirinya. Namun, ia mengalami luka parah di kakinya. Kondisi ini membuatnya tidak bisa berjalan untuk mencari anak dan keluarganya. Begitupun dengan suami Neni. Sepekan ia cemas karena tidak mengetahui nasib anaknya itu. 

"Saat gempa terjadi saya memang terpisah dari Bayu. Saat itu ia sedang bermain dengan teman-temannya di anjungan," kata Neni dengan mata berkaca-kaca, Jumat (23/11/2018).

Namun, kabar selamatnya Bayu diketahui oleh Neni sepekan pasca gempa. Saat itu ia mendapat kabar bahwa Bayu ikut bersama pengungsi menuju Makassar, daerah yang berjarak 810 kilometer dari tempatnya tinggal di daerah Sulawesi Tengah. 

Adalah Ati (40), kolega Neni yang berhasil menyelamatkan Bayu dari reruntuhan bangunan. Karena tidak mendapati kabar dari orang tua Bayu, akhirnya Ati membawa Bayu ikut mengungsi di Makassad, tempat yang lebih aman saat gempa berlangsung.

"Saat itu situasi begitu rumit. Saya belum dapat menemukan keluarga Bayu, maka saya bersama gelombang pengungsi membawa Bayu ke Makassar,"kata Ati.

Berkat bantuan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) mitra Save the Children, Bayu pun kembali menemukan ibunya tepat hari Jumat ini. Bayu dibawa langsung menuju rumah Neni yang berlokasi di daerah Matikulore. 

Loading...

"Setelah hampir terpisah dua bulan, hari ini saya sangat senang Bayu bisa pulang kembali ke rumah, ia bisa kembali bersekolah. Saat ini ia duduk di kelas satu, ia bisa kembali bertemu teman-temannya disini,"tutur Neni dengan rasa haru. 

Bayu sebelumnya terdaftar sebagai anak yang terpisah dari keluarganya melalui tim identifikasi Yayasan Sayang Tunas Cilik yang berada di Makassar. Setelah melakukan penelusuran, tim akhirnya mempertemukan anak dan ibu ini. 

Dalam penelusuran untuk mengetahui ibu dari Bayu, YSTC bekerja sama dengan Kementrian Sosial, Dinas Sosial Sulawesi Tengah, dan Dinas Sosial Sulawesi Selatan melalhi sekretariat bersama Perlindungan Anak yang berada di masing-masing Provinsi. 

"Upaya reunifikasi ini dapat berjalan dengan lancar karena dukungan dari semua pihak yang memastikan anak-anak dapat tetap diasuh oleh keluarganya,"kata Rosianto Hamid, Field Operation Director Yayasan Sayangi Tunas Cilik. 

"Keberhasilan ini dapat memberikan harapan baru agar keluarga ataupun anak-anak lainnya dapat kembali berkumpul bersama,"pungkasnya.

Loading...
Loading...