Kamis, 22 November 2018 18:07 WITA

Rusia dan China Bersiap untuk Menyingkirkan Dolar AS

Editor: Suriawati
Rusia dan China Bersiap untuk Menyingkirkan Dolar AS
Foto: 123RF

RAKYATKU.COM - China dan Rusia sedang menyusun sebuah pakta untuk memangkas ketergantungan mereka pada dolar AS. Sebaliknya, kedua negara akan meningkatkan penggunaan mata uang nasional mereka dalam perdagangan bilateral dan internasional.

Langkah ini ditempuh untuk mengatasi meningkatnya kekhawatiran atas sanksi tambahan dan tarif perdagangan AS.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, selama kunjungannya ke China awal bulan ini, mengatakan kedua negara sedang membahas peluncuran sistem lintas batas baru untuk pembayaran faktur perdagangan dalam yuan dan rubel.

Dia juga mengatakan diskusi sedang dilakukan untuk memungkinkan penggunaan kartu kredit UnionPay China di Rusia dan kartu Mir Rusia di China.

"Orang-orang China harus melindungi sistem mereka sementara Rusia harus melindungi sistemnya sendiri," kata Medvedev.

"Dalam hal ini, kerjasama semacam ini sangat berguna karena dalam situasi ini tidak akan ada yang dapat memblokir perkembangan lalu lintas keuangan," katanya.

Dia memprediksi bahwa perdagangan bilateral China-Rusia akan mencapai US $ 200 miliar pada 2020, meningkat dua kali lipat dari US $ 100 miliar pada tahun 2014.

AS, Uni Eropa, dan negara-negara barat lainnya telah memberlakukan sanksi terhadap Rusia menyusul aneksasi Krimea pada 2014.

Banyak perusahaan Rusia dan China juga telah didenda atau dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh otoritas AS karena melanggar undang-undang sanksi AS.