Kamis, 22 November 2018 16:07 WITA

"Hei Bangun Pemalas!", Anak Menolak, Ayah Tuangkan Solar Lalu Lempar Api

Editor: Aswad Syam
Ilustrasi kebakaran

RAKYATKU.COM, TIONGKOK - Kamis, 26 April 2018. Kwong Wah, murka. Matahari sudah tinggi, putranya masih saja meringkuk di tempat tidur rumahnya, Shanghai, Tiongkok.

"Hei bangun pemalas. Ini sudah siang. Ayo kerja!!!", ujar Kwong dengan nada tinggi.

Namun sang anak cuek. Dia malah semakin memperbaiki selimutnya. Karena emosi, Kwong mengambil solar, menuangkan ke tempat tidur, lalu membakarnya dengan korek api.

Kwong pun dilaporkan ke berwajib dan disidangkan pada Selasa, 20 November. 

Kwong dan putranya mencari nafkah dengan mengoperasikan ekskavator. Mereka telah membuat janji dengan pihak lain, untuk bertemu di sebuah situs penggalian pada pukul 6 pagi. 

Namun, ketika sudah waktunya untuk meninggalkan rumah, putranya masih tertidur lelap dan tidak peduli apa yang ayah lakukan, pemuda itu tidak akan bangun. 

Ayah yang sudah renta itu, pertama-tama melepaskan selimut dan berteriak pada putranya. Itu tidak berhasil, jadi dia mengangkatnya dengan mengintimidasi putranya dengan rantai baja dan lebih memarahi, tetapi putranya masih tidak membuka kelopak matanya.  

Kali yang putus asa meminta tindakan putus asa. Sang ayah kemudian membawa sekaleng solar dan memperingatkan putranya, bahwa dia akan membakar tempat tidur jika dia masih tidak bergerak. 

Loading...

Anak itu berpikir ayahnya hanya bercanda, jadi dia tidak mempedulikan ancaman ayahnya. Ayah yang frustrasi itu, kemudian membentak dan menuangkan solar ke seluruh tempat tidur putranya sebelum menyalakannya. 

Tentu saja, solar mungkin tidak mudah terbakar dibandingkan dengan bensin, tetapi sprei memang demikian. 

Setelah menyadari bahwa ayahnya tidak bercanda tentang metode ini, ia segera keluar dari tempat tidur dan membantu ayahnya memadamkan api. 

Api menyebar lebih cepat dari yang mereka duga, dan bahkan para tetangga tidak bisa memadamkannya. Akhirnya, beberapa petugas pemadam kebakaran dikirim untuk memadamkan api, yang meninggalkan langit-langit dan empat dinding menghitam. 

Barang-barang seperti lemari, meja, kursi, dan komputer juga terbakar sebagian. 

Di pengadilan, jaksa mengatakan, kebakaran bisa menyebar dan menjadi ancaman bagi lebih dari 10 keluarga yang tinggal di gedung itu. 

Dengan demikian, kasus tersebut telah diperlakukan sebagai kasus pembakaran.

Loading...
Loading...