Kamis, 22 November 2018 10:08 WITA

Karier Kilat Andika Perkasa, Eks Komandan Pengawal Jokowi yang Kini Jadi KSAD

Editor: Nur Hidayat Said
Karier Kilat Andika Perkasa, Eks Komandan Pengawal Jokowi yang Kini Jadi KSAD
Presiden RI, Joko Widodo, berjabat tangan dengan Letnan Jenderal Andika Perkasa. (Foto: Kodam Tanjungpura)

RAKYATKU.COM - Letnan Jenderal Andika Perkasa kini menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Melihat ke belakang, karier militer laki-laki kelahiran Bandung 21 Desember 1964 itu melejit secepat kilat.

Khususnya sejak Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2014-2019, pada 20 Oktober 2014.

Hanya dua usai pelantikan Jokowi-JK, Andika Perkasa yang saat itu masih berpangkat Mayor Jenderal ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), pada 22 Oktober 2014 menggantikan Mayjen Doni Munardo.

Pada 2016 Andika diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjungpura. Pada 2018 dia diangkat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) dan naik menjadi Letnan Jenderal.

Mundurnya Letjen Eddy Rahmayadi sebagai Pangkostrad untuk maju di pemilu Gubernur Sumatera Utara membawa berkah bagi Letjen Andika. Andika ditunjuk sebagai Pangkostrad dan kini dilantik sebagai KSAD.

Sempat menuai sorotan, mengingat Andika baru tujuh bulan menjabat Dankodiklatad dengan menyadang bintang tiga di pundak, dan langsung dipromosikan memimpin pasukan elite baret hijau.

Menurut Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan karier militer yang komplet yang menjadikan Presiden Jokowi menjatuhkan pilihannya kepada Andika.

Loading...

"Dari jenjang usia cukup, profesionalisme, jenjang karier. Tingkat profesionalisme yang dimiliki Pak Andika dibutuhkan Kepala Staf AD, yang mumpuni bisa hari ini harus menggunakan satu manajemen modern. Kepemimpinan yang bagus dalam menyiapkan AD. Paling tidak organisasi yang sangat siap dari sisi manajemen leadership, dari sisi organisasi yang matang," kata Ali Mochtar dikutip Viva.co.id, Kamis (22/11/2018).

Andika merupakan menantu dari mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) A.M Hendropriyono. Ia adalah salah satu yang menyokong Jokowi sejak 2014 hingga menjadi Presiden RI. 

Apakah penunjukan Andika lantaran ada kedekatan itu? Ali Mochtar menilai organisasi di TNI sangat profesional.

"Normal-normal saja, siapa saja bisa memberikan penilaian. Tapi di militer kan organisasi yang dari sumber daya manusia terukur. Ya karena itu memang dilihat tadi seperti yang saya sebutkan dari profesionalisme, kemantapan diri," tuturnya.

"Bagi pemerintah tidak melihat hal yang seperti itu," katanya.

Loading...
Loading...