Kamis, 22 November 2018 09:36 WITA

Dinkes Makassar Ingatkan Masyarakat Tentang Bahaya Stunting

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Nur Hidayat Said
Dinkes Makassar Ingatkan Masyarakat Tentang Bahaya Stunting
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah T Azikin

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - World Healtht Organization (WHO) menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017, prevalensi balita stunting di Indonesia masih tinggi yakni 29,6 persen. Berada di atas batasan yang ditetapkan WHO, maksimal 20 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Naisyah T Azikin mengatakan, salah satu penyebab tingginya angka stunting terkhusus di Makassar, karena masih kurangnya pemahaman masyarakat.

"Banyak masyarakat yang belum tahu apa itu stunting. Seperti apa dampak atau bahayanya bagi anak. Olehnya pemerintah hadir untuk memberikan pemahaman terkait hal ini," ungkap Naisyah kepada Rakyatku.com, Kamis (22/11/2018).

Naisyah menuturkan, stunting dapat menyebabkan perkembangan tubuh anak menjadi terhambat. Sehingga pertumbuhan tinggi dan berat badannya berada jauh di bawah rata-rata anak seusianya.

Selain itu, stunting juga gangguan perkembangan otak dan kemampuan motorik anak kurang optimal. Serta membuat IQ atau tingkat kecerdasan anak rendah.

Loading...

"Stunting juga bisa mengakibatkan penurunan fungsi kognitif, fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem pembakaran dalam tubuh," ungkapnya.

Lalu di usia dewasa, lanjutnya, penderita stunting bisa sangat rentan terhadap penyakit degeneratif. Mulai dari obesitas, diabetes mellitus, jantung koroner, dan hipertensi.

Guna mencegah hal tersebut, maka diimbau kepada masyarakat, terutama ibu hamil, agar memperbanyak makanan bergizi. Seperti buah-buahan maupun sayuran.

"Begitu pula dengan para perempuan. Mereka harus mendapat gizi yang cukup. Sehingga pada saat mengandung tidak mengalami kekurangan gizi. Karena pencegahan stunting  dilakukan sejak 1.000 hari pertama kehidupan anak. Terhitung sejak dalam kandungan," pungkasnya.

Loading...
Loading...