Kamis, 22 November 2018 03:00 WITA

Soal Jalan Seko-Rampi, Nasdem-PAN Setuju, Golkar-Demokrat: Fokus Mamminasata

Penulis: Rizal
Editor: Abu Asyraf
Soal Jalan Seko-Rampi, Nasdem-PAN Setuju, Golkar-Demokrat: Fokus Mamminasata
Kondisi jalan Sabbang-Seko yang akan diprioritaskan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Sejumlah fraksi menyorot rencana pembangunan ruas jalan menuju Seko dan Rampi pada rapat paripurna DPRD Sulsel, Rabu (21/11/2018).

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah memang berencana memberi prioritas untuk membangun jalan menuju wilayah terpencil di Luwu Utara tersebut. Selama ini, biaya transportasi ke sana sangat mahal karena harus menggunakan pesawat. 

Tercatat ada empat fraksi yang menyinggung pembangunan jalan tersebut, yakni Fraksi NasDem, Fraksi PAN, Fraksi Demokrat, dan Fraksi Golkar. Ada yang sepakat, adapula yang menyarankan pembangunan ruas jalan yang lain.

Ketua Fraksi NasDem, Muslim Salam sepakat namun juga punya lokasi ruas jalan yang terisolasi lainnya yang mesti diperhatikan.

"Perbaikan kondisi jalan ke daerah terisolir seperti Seko dan Rampi di Luwu Utara memang sangat penting. Namun, Fraksi NasDem menyampaikan bahwa di Tana Toraja dan Toraja Utara juga masih ada daerah terisolir yang sangat membutuhkan bantuan Pemprov Sulsel, yakni Kecamatan Mappak di Tana Toraja yang berbatasan dengan Pinrang, Polewali dan Mamasa di Sulawesi Barat serta Desa Baruppu' Parodo di Toraja Utara yang berbatasan dengan Kalumpang di Mamuju dan Seko di Luwu Utara," ungkap Muslim.

Senada dengan Fraksi NasDem, Fraksi PAN juga demikian. Fraksi partai berlambang matahari terbit tersebut sepakat jika Seko dan Rampi diprioritaskan.

"Mestinya memang pembangunan jalan yang diprogramkan adalah yang sesuai dengan status dan kewenangan Pemprov, seperti ruas jalan Sabbang-Seko dan Rampi di Luwu Utara. Tapi ada juga jalan di Maros, Gowa, Bone, Sinjai dan Pangkep yang kondisinya cukup tertinggal. Perlu diperhatikan pula ruas jalan strategis yang menghubungkan antar kabupaten yang sebelumnya telah dianggarkan oleh Pemprov namun hingga kini kondisinya belum layak pakai," kata juru bicara Fraksi PAN, Muhammad Irfan AB.

Lain halnya dengan Fraksi Demokrat. Meski mengapresiasi rencana pembangunan jalan di Seko dan Rampi, namun Fraksi Demokrat meminta Pemprov juga memperhatikan kembali proyek jalan Mamminasata.

"Mengapresiasi rencana pembangunan jalan didaerah terisolir untuk mengatasi kesenjangan antar wilayah. Tapi kami juga berharap program Mamminasata tetap dilanjutkan untuk mengatasi kemacetan dalam kota dan menciptakan kantung ekonomi baru," ujar juru bicara Fraksi Demokrat, Fadriaty AS.

Jika yang lain mengapresiasi, beda halnya dengan Fraksi Golkar. Fraksi partai berlambang beringin ini meminta Pemprov untuk fokus menyelesaikan proyek jalan Mamminasata. Alasannya, proyek tersebut telah lama dicanangkan bahkan telah ada sejak periode mantan Gubernur Sulsel, HZB Palaguna.

"Yang harusnya diperhatikan adalah pembangunan ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi dan penyelesaian program Mamminasata yang sampai sekarang belum tuntas. Padahal itu bertujuan untuk mengurai kemacetan dan menciptakan pusat-pusat kota baru," demikian tertulis dalam dokumen pemandangan umum Fraksi Golkar.
 

Berita Terkait