Rabu, 21 November 2018 15:36 WITA

Eks Manajer HRD Ungkap Fakta Mengejutkan dalam Sidang Abu Tours

Penulis: Himawan
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Eks Manajer HRD Ungkap Fakta Mengejutkan dalam Sidang Abu Tours
Mantan manajer HRD Abu Tours, Ridwan menjadi saksi di sidang kasus Abu Tours di PN Makassar, Rabu (21/11/2018) siang.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mantan manajer HRD Abu Tours, Ridwan membeberkan jabatan lain Nursyariah Mansyur, istri dan juga komisaris PT Amanah Bersama Umat di sidang yang digelar di PN Makassar, Rabu (21/11/2018) siang tadi. 

Dalam kesaksiannya, Ridwan menyebut Nursyariah Mansyur juga merangkap sebagai presiden direktur PT Abu Tours yang setingkat lebih tinggi dari Hamzah Mamba. Peran Ridwan sebagai HRD juga krusial, dialah yang mengontrol dan merawat aset-aset yang ada di Abu Tours. 

"Itu saya dapat dari staf yang sudah lama," kata Ridwan. 

Ridwan juga mengungkapkan, saat dia masuk pada Juli tahun 2017, kondisi manajemen Abu Tours masih dalam keadaan baik. Ia juga mengakui gaji setiap karyawan Abu Tours di atas Rp5 juta meski bukan dia yang mencairkan gaji tersebut. 

Menurutnya, aset Abu Tours sudah sesuai dengan jumlah yang ada di BAP. Meski ia tidak mengetahui dari mana datangnya aset Abu Tours itu. 

"Mengontrol dan merawat aset. Pola penggajian kita rekap. Kalau pola unit usaha mereka rekap sendiri baru diajukan," ucapnya.

Saat ditanya usai sidang, Ridwan memilih enggan berkomentar. Saat ditanya bagaimana tugas spesifik presiden direktur, Ridwan pun memilih tidak menjawabnya. "Tanya jaksanya saja," tambahnya.

Sementara itu, mantan direktur utama Abu Tours Hamzah Mamba membantah pernyataan Ridwan yang menyebut Nursyariah Mansyur merupakan presiden dierktur Abu Tours. Menurutnya, Ridwa hanya mendengar desas-desus itu tanpa pernah melihat bukti tertulisnya. 

"Ibu Ria presiden direktur dan Pak Kheru komisaris. Itu tidak ada strukrur organisasi secara tertulis. Itu dia hanya mendengarkan. Jadi kesaksiannya itu tidak benar yang mulia," bantah Hamzah. 

Sementara itu, agen Abu Tours yang mengikuti persidangan terbawa emosi dengan pernyataan Ridwan. Menurutnya, karena Ridwan tidak disumpah, mereka meneriaki Ridwan dengan sebutan saksi palsu.