Rabu, 21 November 2018 15:09 WITA

Lelang Pernikahan di Facebook, Gadis 16 Tahun Ditawar 500 Sapi dan 3 Mobil

Editor: Suriawati
Lelang Pernikahan di Facebook, Gadis 16 Tahun Ditawar 500 Sapi dan 3 Mobil
Getty Images

RAKYATKU.COM - Seorang gadis Sudan Selatan berusia 16 tahun dilelang untuk menikah melalui Facebook. Tawaran tertinggi yang ia dapatkan adalah 500 sapi, tiga mobil dan uang sebesar $10.000.

Gadis itu kemudian menikah pada 3 November di negara bagian Eastern Lakes.

Cerita tentang lelang pernikahan gadis itu disoroti oleh Plan International, sebuah organisasi kemanusiaan yang berfokus pada hak-hak anak.

Mereka menggambarkan lelang itu sebagai sesuatu yang "mengingatkan pada pasar budak saman dulu."

"Penggunaan teknologi biadab ini mengingatkan pada pasar budak zaman akhir. Seorang gadis bisa dijual untuk menikah di situs jejaring sosial terbesar di dunia pada zaman sekarang dan di luar batas keyakinan," kata direktur Plan International Sudan Selatan, George Otim.

"Meskipun sudah biasa bila mas kawin digunakan dalam budaya perkawinan Sudan Selatan, tidak ada alasan bagi gadis ini (yang masih anak-anak) diperlakukan tidak lebih dari objek, dijual kepada penawar yang siap menawarkan uang dan barang terbanyak."

Plan International menginginkan agar pemerintah Sudan Selatan menyelidiki kasus lelang pernikahan tersebut.

Menurut menteri informasi di negara bagian Eastern Lakes, gadis itu sekarang bersembunyi di Juba, ibukota negara itu.

Sementara itu, Facebook mengatakan telah menghapus postingan lelang segera setelah menyadarinya pada 9 November. Namun itu sudah terlambat, karena gadis itu telah menikah enam hari sebelumnya.

Ada laporan yang yang mengatakan bahwa lelang dimulai pada 25 Oktober.

"Segala bentuk perdagangan manusia apakah posting, halaman, iklan atau grup yang mengkoordinasi aktivitas ini tidak diperbolehkan di Facebook. Begitu kami sadar akan posting ini, kami bekerja cepat untuk menghapus konten dan profil yang terkait," kata juru bicara Facebook, dikutip Mashable.

Menurut hukum Sudan Selatan, perempuan dan anak perempuan memiliki hak untuk menyetujui pernikahan, dan seorang anak di bawah usia 18 tahun tidak boleh mengalami eksploitasi atau pelecehan. 

Organisasi anti perkawinan anak-anak, Girls Not Brides menjelaskan bahwa "banyak masyarakat Sudan Selatan melihat pernikahan anak sebagai cara untuk melindungi anak perempuan dari seks pra-nikah dan kehamilan yang tidak diinginkan."

UNICEF memperkirakan lebih dari separuh anak perempuan di Sudan Selatan menikah sebelum berusia 18 tahun.