Rabu, 21 November 2018 08:45 WITA

"Saya Cuma Satu Kali Main, Perjanjian Dua Kali", Alasan Afandi Tikam Riska

Penulis: Azwar Basir
Editor: Nur Hidayat Said
Lokasi penikaman Riska.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Afandi (19) pelaku penikaman terhadap korban Riska Ananda Amelia (22) mengakui telah menikam korban di Hotel Asia, Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar, Selasa (20/11/2018).

Dari pengakuan pelaku, ia berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook. Korban mencari wanita panggilan untuk ia temani berhubungan badan.

Lewat grup enak Makassar 69 di Facebook, Afandi mendapatkan Riska, pelaku pun mulai komunikasi dengan korban melalui messenger. Setelah menyepakati beberapa persyaratan lewat massenger, keduanya sepakat untuk bertemu.

"Saya berkomunikasi denganya (korban) melalui Facebook saya dapat Facebooknya di grup enak Makassar 69. Setelah itu saya booking untuk main," ungkap Afandi.

Kesepakatan antara Afandi dengan Riska yaitu, Afandi membayar Riska Rp400 ribu dengan syarat bermain dua kali. Artinya satu kali bermain dengan Riska bayarannya sebesar Rp200 ribu.

Keduaanya pun sepakat dengan bayaran sebesar Rp400 ribu dua kali bermain. Afandi kemudian meminta izin kepada bapaknya, Syamsul Bahri, meminjam bentor dan handphone. Alasannya meminjam bentor untuk pergi mencari penumpang.

Namun, Afandi ternyata berangkat ke Hotel Asia bertemu dengan Riska yang sudah ia booking. Dengan bermodalkan bentor dan handphone, Afandi ke Hotel Asia menemui Riska.

Sekitar pukul 13.00 Wita, Afandi kemudian tiba di hotel, dengan memakai baju kotak-kotak warna putih dan celana jin pendek sampai di lutut. Afandi kemudian menuju kamar 222 berharap mendapatkan kenikmatan sesaat dari tubuh seorang Riska janda anak satu.

Riska pun membuka pintu kamar. "Masuk ki," kata Riska dari dalam kamar. Di dalam kamar 222, Afandi meletakkan tas yang ia bawa kemudian membuka bajunya serta celana.

Afandi yang baru berumur 19 sudah telanjang bulat. Dengan nafsu birahi, Afandi mulai melucuti pakaian Riska yang sudah berada di atas ranjang siap untuk melayani Afandi.

Lima menit kemudian, Afandi sudah tak berkutik, ia kalah dengan Riska yang tak merasakan apa-apa. Afandi terlentang di atas ranjang merasa kelelahan. 

Karena perjanjian dari awal dua kali main dengan bayaran Rp400 ribu, 15 menit kemudian, nafsu Afandi mulai naik lagi. Afandi 

yang berkulit cokelat kehitaman itu meminta Riska yang masih segar bugar untuk melayaninya kembali. "Perjanjiannya kan dua kali main dengan bayaran Rp400 ribu," kata Afandi.

Namun, wanita yang memiliki alis tebal itu menolak untuk melayani Afandi yang kedua kalinya. Riska meminta Afandi membayarnya setengah atau Rp200 ribu karena cuma satu kali bermain.

Afandi terus menolak, sementara Riska mulai naik darah tinggi. Ia mulai marah-marah kepada Afandi yang enggan memberikan kepadanya upah Rp200 ribu. "Dia marah-marah terus sama saya," tutur Afandi.

Karena Riska sudah menolak untuk melayani Afandi yang kedua kalinya dan terus marah-marah meminta uang, Afandi kemudian memberikan Riska uang Rp150 ribu.

"Saya Cuma punya uang Rp200 ribu, saya sudah kasih uang Rp150 ribu tapi dia tidak mau dia maunya Rp200 ribu dan ia terus marah-marah sama saya," jelasnya.

Tak tahan dengan omelan Riska yang makin menjadi-jadi, Afandi kemudian mengambil sebilah badik dari dalam tasnya yang ia bawa dari rumahnya ke hotel.

Setelah mengambil badik tersebut, Afandi mengancam Riska dengan menusuk lemari yang ada di dalam kamar Hotel Asia tersebut. "Saya mengancamnya dengan tusuk lemari di hotel makanya badiknya bengkok,"  imbuhnya.

Riska masih terus marah tak terpengaruh dengan ancaman Afandi. Pelaku akhirnya nekat menikam punggung Riska berkali-kali, bahkan ia lupa berapa kali dirinya menusuk korban. "Saya lupa berapa kali saya tusuk tadi," jelasnya.

Riska kemudian minta tolong, berharap ada seseorang di Hotel Asia datang menolongnya dari penganiayaan yang dilakukan Afandi. Riska akhirnya bernapas lega setelah pegawai hotel datang menolongnya.

Pelaku langsung melarikan diri dan membawa lari handphone korban dengan meninggalkan sebab jejak yaitu badik yang dipakai menikam korban.

Sementara itu, Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda F Harahap mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kejadian yang sebenarnya, dengan mengambil keterangan dari pelaku dan korban.

"Kami akan terus mendalami kasus ini seperti apa, saat ini pelaku sudah diamankan dan korban masih dirawat di rumah sakit Grestelina," katanya.