Selasa, 20 November 2018 19:07 WITA

APBD 2019 Gowa Naik Rp52 Miliar, Adnan Minta DPRD Kebut Pembahasan

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Abu Asyraf
APBD 2019 Gowa Naik Rp52 Miliar, Adnan Minta DPRD Kebut Pembahasan
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyerahkan draf APBD 2019 kepada Ketua DPRD Gowa, Andi Muh Ishak, Selasa (20/11/2018).

RAKYATKU.COM,GOWA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berharap agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gowa segera membahas dan menetapkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Pokok tahun 2019.

Hal itu tersebut diharapkan setelah menyerahkan draf RAPBD kepada Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Andi Muh Ishak dalam rapat paripurna, Selasa (20/11/2018).

"Insyaallah di awal Januari yang akan datang kita optimistis dapat memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat di tengah-tengah keterbatasan anggaran yang ada dan dapat kita hadapi bersama," harap Adnan.

Lebih lanjut Adnan mengatakan, penyusunan RAPBD tahun 2019 telah didahului dengan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) oleh Badan Anggaran DPRD Gowa bersama dengan Tim  Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Rancangan ini memiliki fungsi perencanaan dan nilai yang amat penting dan strategis, yang diharapkan menjadi instrumen utama kebijakan publik guna mewujudkan percepatan pengembangan kawasan strategi, terlebih khusus pada bidang Infrastruktur yang berdampak pada nilai ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat," ujar Adnan.

Dia memerinci, APBD 2019 diproyeksi sebesar Rp1.873.798.264.276. Angka itu naik Rp52.842.932.459 atau 2,90 persen dibandingkan tahun ini. Pada 2018 hanya Rp1.820.955.331.817.

Loading...

Belanja langsung tahun 2019 sebesar Rp869.746.210.467 mengalami kenaikan sebesar Rp7.616.353.004 dari tahun anggaran sebelumnya. Sedangkan belanja tidak langsung daerah sebesar Rp1.004.052.053.008.

"Mengalami kenaikan sebesar Rp45.226.579.454 yang tahun sebelumnya hanya sebesar Rp958.828.974.353. Bila diperhadapkan antara pendapatan dan belanja daerah, maka akan mengalami defisit pendapatan sebesar Rp51.950.000.000," rinci Adnan.

Sementara untuk penerimaan pembiayaan daerah pada tahun 2019 sebesar Rp105.450.000.000 yang bersumber dari sisa lebih perhitungan (Silpa) anggaran sebelumnya yang ditargetkan sebesar Rp55.450.000.000 dan pencairan dana cadangan sebesar Rp50.000.000.000.

"Untuk pengeluaran pembiayaan pada tahun anggaran 2019 ditargetkan sebesar Rp53.500.000.000 yang akan digunakan untuk pembentukan dana cadangan sebesar Rp50.000.000.000 dan penyertaan modal investasi pemerintah daerah sebesar Rp3.500.000.000," urai Adnan.


 

Loading...
Loading...