Selasa, 20 November 2018 18:59 WITA

Korban Gempa Palu

Air Mata Verza Berlinang Menahan Rasa Sakit yang Tak Kunjung Sembuh

Penulis: M. Qadri
Editor: Mulyadi Abdillah
Air Mata Verza Berlinang Menahan Rasa Sakit yang Tak Kunjung Sembuh
Verza saat terbaring di RS Undata Palu, Selasa (20/11/2018). Gadis ini mengalami patah tulang belakang akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah saat gempa mengguncang Palu.

RAKYATKU.COM, PALU - Verza (17), gadis cantik yang duduk di bangku kelas 2 Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palu, masih terbaring lemas di RSUD Undata Palu.

Verza tiap hari harus menahan sakit pada tulang bagian belakang akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah saat gempa mengguncang Palu, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018.

Menurut ibu kandung Verza, Rosni (50), proses pengobatan terhadap anaknya hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan dari dokter RSUD Undata. 

Sebelumnya, Verza dirawat di rumah sakit darurat di posko pengungsian Balaroa, kemudian dirawat inap di RS Wirabuana, lalu RS Bhayangkara, RS Balai Keselamatan dan RSUD Budi Agung.

“Sebagai orang awam, kami melihat hampir setiap hari dokter hanya datang sebentar untuk melihat keadaan Verza dan pergi. Tidak ada tindak lanjut operasi ataupun rujukan yang memang betul-betul untuk bisa merawat Verza yang sedang mengalami patah tulang belakang,” tutur Rosni saat ditemui di RSUD Undata pada Selasa (20/11/2018) sekitar pukul 17.00 wita.

loading...

Rosni menambahkan, anaknya merasakan kesakitan hingga mengeluarkan air mata karena akibat penyakit yang dia alami saat tertimpa reruntuhan. "Sudah ada nanah yang keluar," katanya.

Keluarga Verza sangat berharap adanya tindakan serius dari pihak rumah sakit atau perhatian serius dari Pemerintah Kota Palu. 

“Kami juga tidak sanggup setiap hari melihat Verza menahan sakit di tempat tidur. Kami sangat bermohon ada tindakan serius. Sebelumnya pihak rumah sakit menyampaikan ke pihak keluarga akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk rujukan menjalani perawatan medis di Makassar, namun hingga hari ke 14 inap di RSUD Undata, rujukan belum juga keluar,” demikian Rosni.

Verza sebelumnya tinggal bersama orang tuanya di jalan Kenanga, Keluarahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Palu. Bersama keluarga, Verza berhasil lolos dari keganasan likuefaksi yang menelan ribuan korban meninggal dunia di Kelurahan Balaroa.

Loading...
Loading...