Senin, 19 November 2018 20:56 WITA

Inilah Wajah Kabupaten Gowa, Kini dan Dua Tahun Nanti

Penulis: Samsul Bahri - Arfa Ramlan
Editor: Mulyadi Abdillah
Inilah Wajah Kabupaten Gowa, Kini dan Dua Tahun Nanti
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan

RAKYATKU.COM, GOWA - Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terus bersolek di era kepemimpinan Adnan Purichta Ichsan. Tahun 2019 menjadi "puncak" tahun infrastruktur di tanah kelahiran Sultan Hasanuddin itu.

Yah, Tahun 2019 adalah era pembangunan fisik infrastruktur sesuai dengan belanja mandatory spending yang diamanatkan dan ditetapkan UU APBN.

"Jadi 25 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu dianggarkan untuk infrastruktur. Setiap anggaran SKPD, kita pangkas 10% untuk pembangunan fisik," ungkap Adnan Purichta saat berbincang dengan kru Rakyatku.com di rumah jabatan bupati Gowa, pada Senin (19/11/2018).

Inilah Wajah Kabupaten Gowa, Kini dan Dua Tahun Nanti

Sejak menjabat tiga tahun silam, Adnan sebenarnya sudah perlahan-lahan mempermak wajah Kabupaten Gowa satu tahun setelah dilantik. Apa saja yang sudah dan akan dibangun? Berikut "maha karya" dari sang bupati milenial itu, kini dan akan datang.

Masjid Agung Syekh Yusuf

"Maha karya" perdananya adalah merenovasi bangunan Masjid Agung Syekh Yusuf dengan begitu megah. Warna-warnanya tidak "menor", sesuai permintaan Adnan Purichta.

"Menyesuaikan dengan umur saya. Hehehe," ucap Adnan.

Corak bangunannya, adalah perpaduan nuansa Timur Tengah dan sentuhan budaya Bugis Makassar. Hal ini terlihat dari walasugi yang berbentuk belah ketupat atau sulapa appa yang menyimbolkan sifat sipakatau, sipakainga.

Masjid ini juga dilengkapi dengan dua menara setinggi 55 meter. Sound system-nya pun disebut paling terbaik di Sulawesi Selatan.

Dikerja selama kurang lebih dua tahun ini, masjid ini menelan anggaran Rp 25 Miliar. Mayoritas dana bersumber sumbangan warga, pengusaha, dan pihak perbankan. APBD Gowa cuma mengalokasikan Rp3-5 Miliar.

Jembatan Kembar

Jembatan Kembar akan menjadi ikon baru di Gowa pada penghujung tahun ini. Tiangnya ditambah setinggi 18 meter dan dipadukan dengan lampu alias pencahayaan spektakuler saat malam hari.

"Lightingnya akan seperti opening Asian Games di Gelora Bung Karno," kata Adnan.

Selain itu, juga akan dilengkapi dengan fasilitas berupa tempat nongkrong bagi warga Gowa. Anda akan bisa menikmati wisata Sungai Jeneberang. 

"Insyaallah, akhir tahun ini sudah selesai," demikian Adnan.

Lapangan Syekh Yusuf Discovery

"Maha karya" kedua adalah revitalisasi Lapangan Syekh Yusuf Discovery sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Dikerja sejak awal tahun ini, luasnya 4,8 hektar dan ditargetkan rampung pada tahun 2019. Total anggarannya dari kas daerah menyedot Rp17,5 miliar.

"Akan kita lengkapi alun-alun, kawasan upacara, kawasan olahraga dan taman bermain anak-anak. Selain itu, Tugu Patonro yang ada saat ini juga akan direnovasi menjadi tiga lantai, dan semua sisi dalam lapangan akan ditata dengan baik," jelas pria berusia 32 tahun ini. 

Tak hanya itu, lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) akan dibuatkan space pusat jajan tradisional sehingga tidak ada lagi PKL yang berjualan sekitar lapangan Syekh Yusuf.

Pelebaran Jalan

Infrastruktur lainnya adalah pelebaran jalan provinsi di poros Malino dan jalan nasional poros Gowa-Takalar yang dilakukan secara bertahap. Pengerjaan sudah dimulai sejak tahun 2017.

Poros Gowa-Takalar akan dilakukan pelebaran 4 meter. Masing-masing dua meter samping kiri dan dua meter samping kanan jalan demi mengatasi kemacetan.

Sementara pelebaran jalan poros Malino dari dua badan jalan menjadi 4 badan jalan. Proyek ini ditargetkan tuntas pada tahun 2019.

Pedestrian

Selain pelebaran jalan poros Malino, juga dilengkapi dengan pedestrian. Modelnya akan menyerupai terowongan dan disebut desain baru di Sulawesi Selatan.

Panjang pedestrian yang sedang dibuat 5.5 kilometer dengan 2.75 kanan kiri. Pedestrian nantinya dilengkapi dengan taman-taman bunga di beberapa bagian serta didesain untuk ramah bagi kaum disabilitas.

"Kita sengaja membuat pedestrian agar wisawatan yang berada di Malino bisa berjalan kaki menyaksikan panorama alamnya," kata Adnan.

Pembangunan pedestrian juga berlangsung dalam kota pada tahun depan. Khusus di batas kota hingga Jl. Andi Mallombasang, lebar pedestrian yakni tujuh meter di sebelah kiri jika dari batas kota. Sedangkan pedestrian kanan seleber 2,5 meter. Total anggaran dari kas daerah sebesar Rp50 miliar.

Renovasi Stadion Kalegowa

Pemkab Gowa turut akan merehabilitasi Stadion Kalegowa. Tahun ini, sedang dilakukan perbaikan dengan besaran anggaran sekira Rp 300 juta.

Total kebutuhan anggaran kurang lebih Rp20 miliar dan sudah diajukan ke Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Begitupun dengan renovasi Gedung Olahraga (GOR) Sungguminasa.

"Para pedagang yang berada di sekitar stadion akan kita relokasi. Sudah ada lahan yang kita bebaskan yang tak jauh dari stadion," tandas Adnan.

Revitalisasi Istana Balla Lompoa

Revitalisasi kompleks museum istana Balla Lompoa dan Istana Tamalate sedang berlangsung pada tahun ini. 

Pagar akan dibuka agar masyarakat bisa mengakses wilayah bersejarah itu. "Khusus Balla Lompoa, tetap akan dipagar," kata Adnan.

Dalam APBDP 2018, dana revitalisasi kedua bangunan yang terletak dalam satu kawasan tersebut sebesar Rp2 miliar.

Rumah Sakit 7 Lantai

Gowa terus berbenah meningkatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan, dengan membangun gedung tujuh lantai di Rumah Sakit Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. 

Renovasi baru dilakukan saat ini dengan mengambil lahan seluas 1.900 meter persegi. Saat ini pembangunan memasuki tahun kedua berupa pembangunan lantai III hingga V. 

Lima lantai diperuntukkan untuk menampung pasien, sedangkan lantai dasar untuk parkir dan lantai tujuh untuk perkantoran.

Loading...