Sabtu, 17 November 2018 22:30 WITA

"Jangan Asal Ngomong, Asal Bunyi," Fahruddin Rangga Geram ke TP2D

Penulis: Rizal
Editor: Eka Nugraha
Rapat TP2D, beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Pemprov Sulsel kembali mengusik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel.

Terbaru, anggota TP2D, Jayadi Nas mempertanyakan mekanisme dan proses pembahasan APBD Pokok 2019 di DPRD. Menurutnya, pembahasan APBD tidak mesti lagi dibahas di tingkat fraksi dan komisi.

Menurut Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut, pembahasan APBD seharusnya langsung dilakukan di tingkat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Jadi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak komisi serta fraksi di dewan tak perlu lagi dilibatkan dalam pembahasan tersebut.

Pernyataan ini sontak mengundang reaksi dari pihak DPRD Sulsel. Anggota Komisi A DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga misalnya. Dirinya mengaku geram dan mempertanyakan kapasitas TP2D yang melarang OPD rapat anggaran bersama komisi. Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut meminta Jayadi Nas selaku anggota TP2D tidak asal ngomong.

"Apa kapasitasnya TP2D melarang, Jayadi bicara selaku pengamat, asal ngomong, asal bunyi," tegasnya, Sabtu (17/11/2018).

Menurut Rangga, pihak komisi dan fraksi mesti dilibatkan dalam pembahasan APBD Pokok Sulsel 2019. Sebab menurutnya, hal tersebut diatur dalam tata tertib dewan.

"Rujukan dan pedoman DPRD menjalankan tugas dan kewenangannya diatur di dalam tata tertib. Bukan Jayadi yang atur. Bukan pula TP2D," tutupnya.

Sekadar diketahui, pernyataan Jayadi tersebut dilontarkan saat memimpin pertemuan dengan seluruh kepala dinas lingkup Pemprov Sulsel, di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (16/11/2018) lalu. Saat itu, Jayadi didampingi oleh Penjabat Sekprov Sulsel, Azhari Fakhsirie Radjamilo.

TP2D mengeluarkan pernyataan tersebut dengan berlandaskan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018. Sementara DPRD berpegang pada tata tertib dewan yang berlaku selama ini.

Perbedaan pendapat tersebut mengantar TP2D menemui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama pihak DPRD Sulsel, Rabu (14/11/2018) lalu. Jayadi hadir langsung dalam pertemuan itu. Dari DPRD Sulsel, ada Yusran Sofyan, Ashabul Kahfi dan sejumlah pimpinan DPRD Sulsel lainnya.