Sabtu, 17 November 2018 17:01 WITA

Dilapor Gara-Gara Tolak Perda Syariah, Grace Natalie Malah Menantang

Editor: Abu Asyraf
Dilapor Gara-Gara Tolak Perda Syariah, Grace Natalie Malah Menantang
Ketua Umum PSI, Grace Natalie.

RAKYATKU.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menegaskan tidak akan setuju Perda syariah. Saat sikapnya digugat, bukannya melunak, dia malah menantang.

"Kami mempersilakan sesuai dengan mekanisme karena laporan juga ada mekanismenya. Itu merupakan hak konstitusi semua orang. Silakan saja," ujar Grace Natalie, Sabtu (17/11/2018).

Dia beralasan, penolakan terhadap perda bermotif agama itu lantaran pihaknya ingin menempatkan agama di tempat tertinggi. Tidak dijadikan alat politik.

"Kita ingin agar produk hukum adalah universal, tidak parsial. Tidak mendasar pada agama apa pun," katanya.

Menurut Grace, dirinya ingin mengembalikan kepada konstitusi agar tidak ada lagi namanya mayoritas-minoritas. Semua agama mulia dan semua warga negara sesuai dengan konstitusi bisa menjalankan keyakinannya di mana pun mereka berada sebagai warga negara. 

"Itu posisi PSI dengan pernyataan tersebut," ujar mantan presenter televisi ini.

Sebelumnya, Grace dilaporkan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) melalui kuasa hukum Eggi Sudjana ke Bareskrim Polri, Jumat (16/11/2018). Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM.

Eggi mengaku sudah memberikan warning kepada Grace agar meminta maaf. Alasannya, pernyataan yang menolak Perda syariah itu sudah masuk unsur pengungkapan rasa permusuhan. Juga masuk kategori ujaran kebencian pada agama.

loading...

"Ini limitasi pasalnya bisa dikaitkan dengan Pasal 156 A juncto Pasal 14 dan 15 Undang-Undang No 1 Tahun 1946 tentang memberikan ujaran yang bohong," urai Eggi.

Eggi menyebut Grace telah berbohong. "Apa bohongnya? Bohongnya adalah Grace mengatakan akan menghalangi dan menolak segala bentuk perda syariah dan Injil. Itu bertentangan dan fitnah dikaitkan dengan Surat An-Nisa ayat 135 juncto Surat Al-Maidah ayat 8 dan Surat Al-Kafirun, itu muatan anti diskriminatif muatan berlaku adil dan muatan berlaku toleransinya itu tidak dibenarkan," lanjut Eggi.

Eggi menilai pernyataan Grace soal penerapan perda syariah memunculkan intoleransi, diskriminatif, dan ketidakadilan merupakan kebohongan publik. Ungkapan Grace, dinilai Eggi, bertentangan dengan ayat-ayat Alquran yang disebutnya. 

"Dia bilang kalau pakai Perda agama itu menjadi intoleran diskriminatif dan tidak adil, nah di situlah ungkapan kebohongan publik yang diungkapkan si Grace. Dia bertentangan dengan beberapa ayat-ayat Alquran tadi," ujarnya.

Sementara itu, Sekjen PPMI Zulhair mengatakan semangat PSI menolak perda agama atau syariah bertentangan dengan semangat Pancasila sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Hal tersebut telah mencederai rasa keadilan dan hati pemeluk agama di Indonesia, dikarenakan perda syariah dan Injil semuanya dari Allah subhanahu wata'ala yang lahir dan ada di dalam Alquran," ucap Zulhair. 

Loading...
Loading...