Minggu, 18 November 2018 05:30 WITA

Kisah Perempuan Kaya Raya Tetapi Pengemis

Editor: Eka Nugraha
Kisah Perempuan Kaya Raya Tetapi Pengemis

RAKYATKU.COM -- Perempuan berusia 79 tahun itu tiap hari duduk di pnggiran stasiun kereta api Hangzhou, di China. Dia berpakaian lusuh, dan meminta uang kepada setiap orang yang melintas. 

Siapa bilang dia miskin? perempuan tua ini sebenarnya memiliki uang yang banyak. Bahkan, bisa saja kekayaannya lebih banyak dari orang yang memberinya. Dia adalah seorang pensiunan kaya raya dan tinggal di sebuah vila berlantai lima. Dia memiliki beberapa toko ritel, properti sewaan di kota, punya bisnis lokal, dan mengelola pabrik keluarga. 

Banyak yang mencemooh ibu tua ini di media sosial. Ada yang menyebut perempuan itu sengaja menipu. Tetapi ada alasan tersendiri mengapa dia harus mengemis. 

Seperti yang dilansir CNN, perempuan itu mengatakan bahwa hobi mengemis ini dilakukannya karena dia tak ingin duduk santai di rumah. Dia mengemis hanya untuk menghasilkan cukup uang demi bisa menyewa perawat untuk dirinya sendiri ketika dia semakin tua. Dia juga tidak ingin membebani anak-anaknya.

Kisah perempuan ini pun menjadi sebuah berita nasional pada minggu lalu. Staf stasiun kereta api timur stasiun Hangzhou menyiarkan pesan yang tidak biasa dari pengeras suara. Mereka memperingatkan orang yang lewat untuk iba dan memberikan uang kepada perempuan tersebut. 

Dalam satu waktu, anak perempuan tersebut mengatakan pada wartawan lokal bahwa keluarga mereka jauh lebih kaya daripada keluarga rata-rata di China. 

Anaknya pun mengatakan bahwa sudah melarang ibunya untuk mengemis. Tapi sang ibu tak mau mendengarnya. 

"Saya sudah bilang padanya bahwa dia boleh melakukan itu kalau dia tak peduli dengan reputasinya, tapi kami peduli," kata sang anak dikutip dari Oddity Central. 

"Saya memberinya makan enak setiap hari, tapi dia memaksa untuk tetap pergi mengemis." 

"Soal uang dia jauh lebih kaya daripada kebanyakan orang di sini, dia punya tabungan di beberapa bank di sini."

Sang anak mengatakan bahwa untuk melarang ibunya mengemis, dia membagikan foto ibunya di media sosial. Dia meminta orang-orang untuk tidak memberikan ibunya uang. Sayang, itu tak berhasil dengan baik. 

Perempuan tua tersebut memulai 'hobi' mengemisnya dengan menjual peta di stasiun kereta. Namun ini dilarang oleh pihak manajemen. Dia pun akhirnya mengemis. Dia mulai pada pukul 10.00 dan pulang jam 20.00 waktu setempat.Menurut beberapa sumber, dia menghasilkan 300 yuan per harinya. 

Beberapa orang akhirnya mulai iba padanya karena menganggap hobi mengemis itu merupakan curahan perilaku kesepian. Orang-orang mengklaim bahwa perilaku tersebut dipicu oleh rasa kesepian dan kebosanan di rumah. 

Banyak juga yang menyalahkan putranya yang dianggap tak menghabiskan cukup waktu dengan ibunya. Sang anak pun menyangkal dan mengungkapkan bahwa ibunya tinggal bersama dia, dan dia pun tak mungkin untuk selalu menjaga ibunya 24 jam karena dia juga harus bekerja.