Sabtu, 17 November 2018 09:22 WITA

CIA: Pangeran Khalid yang Arahkan Khashoggi ke Konsulat Saudi di Turki

Editor: Aswad Syam
CIA: Pangeran Khalid yang Arahkan Khashoggi ke Konsulat Saudi di Turki
Pangeran Khalid bin Salman

RAKYATKU.COM, WASHINGTON - Jamal Khashoggi sebenarnya pernah ke Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat di Washington. 

Dia sudah mengajukan pengurusan dokumen yang dibutuhkan untuk menikahi tunangannya Hatice Cengiz, di kedubes tersebut.

Duta Besar Saudi di Amerika Serikat adalah Pangeran Khalid bin Salman. Putra Raja Salman, adik dari Pangeran Mohammed.

Menurut hasil investigasi CIA yang dilansir The Washington Post, Pangeran Khalid saat itu meyakinkan Khashoggi, bahwa akan aman untuk mengunjungi konsulat Saudi di Turki, untuk mengambil dokumen yang diperlukan untuk menikahi tunangannya, yang merupakan warga negara Turki.

Usai meyakinkan Khashoggi, diduga Pangeran Khalid menghubungi kakaknya, Pangeran Mohammed di Riyadh. 

Khashoggi memasuki kedutaan Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober, dan tidak pernah muncul lagi. Dalam beberapa hari, pejabat Turki mulai memberikan informasi kepada wartawan, baik internasional maupun lokal, yang mengindikasikan Khashoggi telah dibunuh oleh tim yang dikirim ke Turki secara khusus untuk menyergapnya dan membuang tubuhnya.

Pasca terbongkarnya pembunuhan itu, Pangeran Khalid bin Salman kemudian meninggalkan Kedutaan Besar Saudi di Washington.

Seorang juru bicara untuk Kedutaan Saudi di Washington mengatakan kepada The Post, duta besar tidak pernah berbicara dengan Khashoggi, tentang apapun yang berhubungan dengan pergi ke Turki.

Arab Saudi, menawarkan serangkaian perubahan dan penjelasan yang terus berkembang selama berminggu-minggu, sampai negara mengakui bahwa anggota pemerintah Saudi telah membunuh Khashoggi. Tetapi kesalahan sejauh ini telah dijauhkan dari putra mahkota, yang menyebutnya kejahatan keji. 

Delapan belas orang dikaitkan dengan pembunuhan itu, dan ditahan di Arab Saudi, dan lima orang terancam hukuman pancung.

Penjelasan resmi terbaru pada 15 November dari kantor kejaksaan yang mengawasi penyelidikan Saudi menyatakan, seorang pejabat intelijen senior memerintahkan tim untuk mengambil Khashoggi dengan cara persuasif. Dan jika persuasif gagal, baru dilakukan secara paksa. 

Jaksa penuntut menyatakan, tim pemimpin memutuskan untuk membunuh Khashoggi ketika negosiasi gagal.

Penjelasan ini bertentangan dengan informasi dari Turki, di mana seorang jaksa di sana mengatakan Khashoggi dicekik begitu masuk. Turki telah membagi rekaman detik-detik terakhir kehidupan Khashoggi, ke AS dan negara-negara lain.