Sabtu, 17 November 2018 09:02 WITA

CIA: Pangeran Mohammed Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Editor: Mays
CIA: Pangeran Mohammed Perintahkan Pembunuhan Khashoggi
Jamal Khashoggi

RAKYATKU.COM, WASHINGTON - Pangeran Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman, memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Itu disimpulkan CIA, seperti dilansir The Washington Post.

The Post mengatakan, CIA memiliki banyak sumber intelijen, termasuk menyelidiki panggilan telepon antara Khashoggi, seorang warga AS dan ekspatriat Saudi, dengan saudara laki-laki pangeran mahkota, Khalid bin Salman, duta besar negara itu untuk AS. 

Diduga panggilan telepon itu, termasuk membicarakan rencana untuk menghabisi wartawan The Post tersebut.

Pertemuan Ahmed Al-Assiri dengan 15 orang eksekutor Khashoggi pada 29 September di Riyadh, diduga dilakukan atas sepengetahuan Pangeran Mohammed.

Dan pada 2 Oktober. Tim eksekutor ini dikirim dan menghabisi Khashoggi di dalam kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

loading...

Jaksa Penuntut Arab Saudi, Saud Al-Mojeb sendiri, membantah keterlibatan Pangeran Mohammed. Menurutnya, pembunuhan itu murni dilakukan oleh tim yang dipimpin Maher Mutrib. Maher adalah salah satu dari lima orang yang dikenakan hukuman pancung oleh Jaksa Saudi atas pembunuhan tersebut.

Menurut Al-Mojeb, saat dibriefing di Riyadh, Al-Assiri membagi tim dalam tiga kelompok. Ada yang melakukan negosiasi membujuk Khashoggi untuk pulang sukarela. Jika ini buntu, maka dilakukan dengan cara paksa oleh tim kedua.

Namun penyidik Turki melansir dua rekaman audio. Satu berdurasi 7 menit, mengungkap bagaimana Khashoggi mengungkapkan kesakitannya saat tercekik. Dan rekaman berdurasi 15 menit, mengungkap para pembunuh mendiskusikan bagaimana membunuh Khashoggi.

Kolumnis Hurriyet Daily News, Abdulkadir Selvi mempublikasikan dua rekaman dari sumber tepercaya Turki. Dia menyebut, di dalam rekaman itu tidak ada negosiasi ke Khashoggi.

Loading...
Loading...