Kamis, 15 November 2018 20:17 WITA

Pembangunan Pelabuhan Paotere Disoroti, Kejati Diminta Turun Tangan

Penulis: Himawan
Editor: Adil Patawai Anar
Pembangunan Pelabuhan Paotere Disoroti, Kejati Diminta Turun Tangan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Celebes Law and Transparancy (CLAT) menyoroti hasil proyek pembangunan pelabuhan kawasan Paotere Kota Makassar. Pasalnya proyek pembangunan dermaga di Pelabuhan Kawasan Paotere tidak sesuai dengan harapan. 

Ketua CLAT Irvan Sabang mengungkapkan pelabuhan di kawasan itu mengalami retak dan amblas selebar 20 hingga 30 cm. Bahkan lampu sonar pelabuhan di dermaga ini diduga tidak dapat digunakan. 

Untuk itu ia mendesak Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk segera turun tangan mengusut dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan pelabuhan itu. 

"Kondisi serta kualitas pekerjaannya, sepertinya dikerjakan secara asal asalan. Makanya belum cukup setahun dermaga itu dikerja tapi kondisinya sudah ambruk," kata Irvan Sabang (14/11/2018).

Menurut Irvan, bisa saja proyek yang dikerjakan secara asal-asalan bisa berdampak pada masyarakat yang memanfaatkan fasilitas dermaga itu. Tentunya fasilitas pelabuhan yang ambruk bisa membahayakan masyarakat nelayan. 

Untuk itu ia meminta agar pihak Kejati Sulsel segera turun tangan agar mengusut dugaan adanya penyimpangan dalam proyek pembangunan pelabuhan kawasan Paotere Kota Makassar.

"Kalau kondisinya seperti itu bisa saja pelabuhannya jadi amblas atau ambruk. Apalagi disitu lalu lintas bongkar muat sangat padat," imbuhnya.

Bangunan pelabuhan yang ambruk di kawasan paotere itu juga disayangkan Kepala Kawasan Pelabuhan Paotere Hamzah. Ia mengatakan kualitas pengerjaannya tidak sesuai harapan. 

"Sejauh ini pihak OP (Otoritas Pelabuhan) Kota Makassar sejauh ini belum menyerahkan penggunaannya ke pihak PT Pelindo,"kata Hamzah.