Kamis, 15 November 2018 20:13 WITA

Kejati Sulsel Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Underpass Simpang Lima

Penulis: Himawan
Editor: Mulyadi Abdillah
Kejati Sulsel Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Underpass Simpang Lima
AR (pakai rompi) Saat dibawa ke Lapas Klas IA Makassar, Kamis (15/11/2018). 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel akhirnya menahan pria berinisial AR, tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembebasan lahan underpass simpang lima bandara Sultan Hasanuddin, pada Kamis (15/11/2018) malam. 

AR merupakan sekretaris satuan tugas pengadaan tanah pada proyek ini dan menjabat Kasubag Pertanahan Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Makassar. 

AR ditahan usai diperiksa beberapa jam oleh penyidik. Usai turun dari ruang pemeriksaan, AR yang sudah memakai rompi tahanan langsung dibawa ke Lapas Klas IA Makassar. 

"Pemeriksaan tersangka dilakukan selama lima jam dan langsung ditahan di Lapas Klas IA Makassar," kata Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Sulsel, A Faik Nana Hamzah kepada awak media.

Faik mengungkapkan, AR diduga melakukan kongkalikong dengan satu tersangka lainnya yang berinisial RH. Tersangka ini seolah-olah bertindak sebagai kuasa penerima anggaran atas lahan yang dibebaskannya. 

Padahal, lahan RH yang diajukannya itu tidak termasuk sebagai lahan yang dibebaskan dari proyek pembangunan underpass Mandai-Perintis Makassar itu. Hal ini terbukti dengan temuan sertifikat tanah yang diajukan untuk diganti rugi. 

"Jadi ada satu bidang tanah, yang menerima pembayaran adalah orang yang tidak berhak. Artinya ada kongkalikong. Jadi ada orang yang bertindak seolah-olah kuasa oenerima ganti rugi padahal dia tidak dikasi kuasa," imbuh Faik. 

Lebih lanjut, Faik menemukan kerugian negara sebesar Rp3.482.500.000. Dari pembayaran sebesar itu, AR mendapatkan bonus dari RH sebesar Rp250 juta. 

Sementara satu tersangka lainnya, RH, penyidik masih berusaha menangkapnya dikarenakan tersangka tak pernah berada di rumahnya saat penyidik datang menemuinya.