Kamis, 15 November 2018 14:08 WITA

"Jika Eksekusi Khashoggi Bocor, Kenapa Kalian Tak Mencegah?", Penulis Saudi Ini Sudutkan Turki

Editor: Mays
Khaled Al-Sulaiman

RAKYATKU.COM, RIYADH - Rekaman yang bocor tentang peristiwa pembunuhan Jamal Khashoggi di dalam konsulat, dikritisi Khaled Al-Sulaiman. 

Penulis asal Arab Saudi itu mengungkap, kalau Turki sengaja menyadap kedutaan. Intelijen Turki juga sudah menangkap rencana untuk menghabisi Khashoggi.

Karenanya, penulis dan komentator di Okaz and Saudi Gazette ini, menuding Turki melakukan pembiaran. "Kalau memang Anda mengetahui ada informasi soal rencana busuk menghabisi Khashoggi di dalam konsulat, kenapa Anda tidak memperingatkannya?," ujarnya.

Menurut Khaled, ini seperti sebuah jebakan. "Jika kebocoran ini benar, mereka (Turki) adalah kaki tangan dalam kejahatan, dan bertanggung jawab atas eksploitasi Khashoggi dan risiko nyawanya sampai mati. Belum lagi kejahatan penyadapan markas misi diplomatik," tegasnya.

Khaled bilang, rekaman itu tidak mereferensikan keterlibatan putra mahkota Saudi dalam kejadian itu. Menurut Khaled, lebih kepada upaya Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan untuk memperdagangkan rekaman ini, dan disajikan pada lelang pasar pemerasan internasional. Antara lain, memprovokasi menteri luar negeri Prancis, yang digambarkan sebagai permainan politik.

"Rekaman ini disajikan kepada negara-negara seperti Kanada, Jerman, Inggris dan Amerika, sementara Arab Saudi telah dipotong dari Kejaksaan Agung selama kunjungannya ke Istanbul. Apakah ini untuk mencari kebenaran dan keadilan? Ataukah pemerasan, lobi dan memobilisasi masyarakat internasional melawan Arab Saudi?," lanjut Khaled.

loading...

Semua kebocoran oleh otoritas Turki kata Khaled, tidak melebihi satu potong informasi tentang apa dalam sebuah pernyataan Kejaksaan Saudi. Dan bahwa setiap konten potensi rekaman visual atau suara, tidak akan keluar untuk menggambarkan apa yang terjadi di dalam konsulat, yang mengutuk mereka yang melakukan proses.

"Bukan kewenangan Saudi menangkap terdakwa dan menundukkan mereka pada investigasi dan akan membawa mereka yang layak untuk dituntut," ujarnya.

Pendaftaran ini kata dia, lebih penting untuk penuntutan Saudi daripada orang Turki. Tetapi perbedaannya adalah, bahwa Saudi akan menggunakannya untuk menghukum dan mengutuk para pelakunya, sementara orang Turki ingin menggunakannya untuk mengutuk seluruh bangsa Arab Saudi.

"Permainan yang dibicarakan oleh menteri Perancis, bukanlah jawaban spontan. Tetapi referensi untuk pertandingan besar yang direncanakan dengan hati-hati terhadap Arab Saudi, dan proyek ambisiusnya. Tetapi beberapa permainan berbahaya, dan mungkin meledak di wajah pemiliknya," tegas Khaled sebagaimana dilansir Okaz.

Loading...
Loading...