Kamis, 15 November 2018 13:02 WITA

"Bukan Dua, Saya Mengubur 4 Orang," Pengantin Baru Ini Kehilangan Istri dan Janin Kembar

Editor: Aswad Syam
Katherine dan Bronko Hoang

RAKYATKU.COM, SYDNEY - Jumat, 28 September. Richard Moananu (29), diduga minum minuman keras, dengan empat kali melebihi ambang batas bagi pengemudi. 

Ketika itu, ia mengemudi di Orchard Hills, Sydney. Saat di belakang setir, Monoanu mulai menyalakan mesin. Bau alkohol menyeruak. Hingga Monoanu kemudian menjalankan kendaraan. Jalannya sudah zig zag. 

Saksi mata di belakang mobil Monoanu mengatakan, jalannya kendaraan tidak tentu.

Sementara itu, dari arah berlawanan, Bronko Hoang sedang melajukan kendaraannya dengan hati-hati. Pasalnya, istrinya, Katherine tengah hamil bayi kembar dengan usia kanduangan 38 minggu. Hoang dan Katherine adalah pengantin baru. Di dalam kendaraan, juga ada salah seorang kerabat Hoang.

Hoang melaju sangat pelan, ketika tiba-tiba, "brakk!!!". Dari depan mobil Monoanu menghantam mobil Hoang.

Hoang adalah satu-satunya yang selamat. Istrinya tewas, demikian pula janin kembar yang ada di perut Katherine. Satu korban lainnya adalah kerabat.  
 
Hoang kini telah berbicara untuk mendukung undang-undang baru, yang akan membuat suatu pelanggaran, untuk membunuh atau membahayakan anak yang belum lahir dengan tindakan kriminal.

Hukum saat ini menyatakan, bahwa kehilangan bayi yang belum lahir dianggap sebagai cedera bagi ibu.

Dalam sebuah pernyataan kepada 2GB Ray Hadley, Hoang mengatakan, itu adalah penghinaan, bahwa bayinya tidak diakui oleh hukum.

"Pengemudi kendaraan lain mungkin memang menghadapi tuntutan pembunuhan atas dua kematian orang dewasa, tetapi bagaimana bisa kerugian fisik berat karena kehilangan bayi kembar saya dijelaskan sebagai cedera pada istri saya," katanya.

"Saya menghadiri pemakaman untuk mengubur empat orang, bukan dua. Saya tidak mengubur istri saya dan dua cidera, saya mengubur istri saya dan anak kembar saya yang belum lahir," tegasnya. 

Hoang menderita luka-luka termasuk tulang rusuk patah, kaki pecah dan tulang pipi retak, dan dalam keadaan koma untuk sementara waktu setelah kejadian.

Dia terbangun dan mendengar berita, bahwa istri, bayi, dan kerabatnya telah meninggal. Hoang begitu tertekan sehingga dia harus dibius.

Dia masih menghadapi bulan rehabilitasi sebelum dia bisa pulang. 

Pada Oktober, para detektif mengatakan kepada Penrith Local Court, bahwa mereka melakukan tes untuk mencari tahu, apakah salah satu dari kembar itu menarik nafas setelah kecelakaan itu, yang akan memungkinkan tuduhan lebih lanjut untuk diajukan terhadap pembunuh yang dituduh.

Polisi akan membaringkan tuduhan pembunuhan lebih lanjut terhadap Moananu, jika mereka dapat membuktikan, salah satu dari mereka sudah napas sebelum mereka meninggal.  

Monoanu ditolak jaminan dan diserahkan di tahanan.

Ayah empat anak itu, sebelumnya memohon hak untuk mengirim surat penyesalan kepada keluarga korban, menurut  Channel 7.

"Terdakwa memilih untuk masuk ke mobilnya dan mengemudi dengan cara yang mengerikan," kata jaksa Lisa Graham kepada pengadilan.

"Dia diamati oleh para saksi, tengah mengemudi dengan tidak teratur. Mempercepat, dan menyalip masuk dan keluar dari jalur lalu lintas."

Pengadilan juga mendengar, Moananu minum di sebuah pub dari jam 10 pagi, pada jam-jam menjelang tabrakan. 

Moananu mengatakan, dia berencana untuk mengajukan permohonan lagi ke Mahkamah Agung New South Wales, untuk jaminan pada November. 

Dia belum memasukkan permohonan.  

Lucy La, teman keluarga korban, meluncurkan halaman GoFundMe untuk mengumpulkan uang bagi keluarga.

"Uang yang kami kumpulkan akan diberikan kepada keluarga Katherine, ketika mereka mulai membuat persiapan pemakaman," kata halaman itu.

Lebih dari 800 orang telah menyumbangkannya ke halaman dalam delapan hari, dengan penghasilan hampir USD50.000.