Kamis, 15 November 2018 11:16 WITA

'Sultan Koin' Iran Dieksekusi Mati Karena Timbun 2 Ton Emas di Tengah Krisis

Editor: Suriawati
'Sultan Koin' Iran Dieksekusi Mati Karena Timbun 2 Ton Emas di Tengah Krisis
Vahid Mazloumin alias Sultan Koin (tengah)

RAKYATKU.COM - Iran mengeksekusi mati 'Sultan Koin' karena menimbun emas dan mata uang kuat, sementara negara itu menghadapi krisis ekonomi akibat sanksi AS.

Vahid Mazloumin, 58 tahun, dan komplotannya, Mohammad Ismail Ghasemi, digantung pada hari Rabu (14/11/2018).

Sejumlah komplotan lainnya yang tidak disebutkan namanya, dikirim ke penjara.

Mereka dihukum karena memanipulasi koin dan pasar mata uang kuat melalui transaksi ilegal dan tidak sah, serta penyelundupan.

Iran menahan Mazloumin pada Juli karena dituduh menimbun dua ton koin emas dan menuduhnya 'menyebarkan korupsi di bumi' - sebuah pelanggaran besar di bawah hukum Islam Iran.

'Sultan Koin' Iran Dieksekusi Mati Karena Timbun 2 Ton Emas di Tengah KrisisPengadilan-pengadilan khusus yang berfokus pada kejahatan keuangan dibentuk pada bulan Agustus dengan persetujuan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi di Republik Islam.

Sejak mereka dibentuk, pengadilan telah mengeluarkan setidaknya tujuh hukuman mati, dan beberapa persidangan telah disiarkan langsung di televisi. 

Mata uang lokal telah merosot dalam beberapa bulan terakhir setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 pada bulan Mei.

Trump mengembalikan sanksi AS dan sejak saat itu rial Iran telah kehilangan sekitar 70 persen dari nilainya.

Akibatnya, orang-orang Iran menimbun koin emas dan investasi lainnya di pasar tidak resmi karena mereka mencoba untuk melindungi tabungan mereka.

Tags