Kamis, 15 November 2018 03:00 WITA

Sistem Ini Bikin Pesawat Boeing Langsung Menukik, Pilot Mengaku Baru Tahu

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Sistem Ini Bikin Pesawat Boeing Langsung Menukik, Pilot Mengaku Baru Tahu
Boeing 737 MAX 8

RAKYATKU.COM - Automated stall-prevention system di Boeing 737 MAX 8 dan MAX 9 diduga jadi pemicu jatuhnya Lion Air JT-610. Para pilot rupanya belum pernah diberi tahu sistem tersebut.

Pesawat Lion Air PK-LQP rute Jakarta-Pangkalpinang itu jatuh di perairan Karawang pada Senin pagi (29/10/2018). Sebanyak 189 orang tewas, termasuk delapan orang kru pesawat. 

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum bisa menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat itu. Namun, sudah mendapatkan beberapa temuan dari flight data recorder (FDR) pesawat tersebut. Salah satunya adalah kerusakan di sensor AOA atau angle of attack.

"AOA itu mengukur sudut pesawat terhadap aliran udara. Jadi, kalau pesawatnya seperti ini (kondisi mendatar), ini nol, tapi kalau pesawatnya naik, nah itu AOA itu berapa derajat terhadap aliran udara akan terbaca," ucap Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono pekan lalu.

Terbaru, Boeing dan otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS), Federal Aviation Administration (FAA) menerbitkan buletin keamanan untuk semua maskapai di dunia yang memakai pesawat Boeing 737 MAX 8. 

Dalam buletin bernomor TBC-19 tanggal 6 November 2018, Boeing menulis laporan berjudul Uncommanded Nose Down Stabilizer Trim Due to Erroneous Angle of Attack (AoA) During Manual Flight Only.

Artinya, pergerakan tak diinginkan pada moncong pesawat yang turun akibat kacaunya pembacaan sensor Angle of Attack (AoA) pada mekanisme Stabilizer Trim saat terbang manual.

Angle of Attack adalah sudut yang dibentuk dari naik-turunnya bodi (moncong) pesawat dengan arah gerak pesawat. Misalnya saat saat mendarat, pesawat membutuhkan Angle of Attack tinggi, hidung naik ke atas sembari menurunkan ketinggian.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (14/11/2018), Wall Street Journal mengutip pakar keamanan yang terlibat di investigasi jatuhnya Lion Air PK-LQP. Pejabat madya Federal Aviation Administration (FAA) dan sejumlah pilot juga mengungkapkan hal yang sama. 

Laporan itu mengungkap tentang automated stall-prevention system di Boeing 737 MAX 8 dan MAX 9 yang sebenarnya bertujuan untuk membantu awak pesawat terhindar dari kekeliruan mengangkat hidung pesawat terlalu tinggi. 

Namun, saat dalam kondisi tidak biasa, dapat mendorong pesawat secara tidak terduga dan sangat kuat sehingga awak pesawat tidak bisa menariknya kembali.

Situasi seperti itu disebut bisa mengakibatkan pesawat menukik dengan curam atau kecelakaan. Kondisi demikian disebut tetap bisa terjadi bahkan jika pilot menerbangkan pesawat secara manual. 

Sejumlah pilot yang tergabung dalam Allied Pilot Association mengaku tidak pernah mendapat informasi tentang hal itu.

"Mereka (Boeing) tidak memberi kami semua info yang kami butuhkan ketika kami menerbangkan pesawat," kata juru bicara Allied Pilot Association, Captain Dennis Tajer seperti dikutip dari CNN.

Managing Director Lion Air Captain Daniel Putut Kuncoro Adi mengaku masih mengumpulkan semua informasi dalam penyelidikan internal.

"Kami bekerja dengan para ahli kami di departemen (operasi dan teknik), tetapi kami tetap menghormati investigasi yang dilakukan KNKT dan kami menunggu laporan tersebut," katanya.