Rabu, 14 November 2018 15:28 WITA

Berkaca Musibah Palu, Nurdin Abdullah Ungkit Pentingnya Helikopter

Penulis: Fathul Khair
Editor: Aswad Syam
Berkaca Musibah Palu, Nurdin Abdullah Ungkit Pentingnya Helikopter
Nurdin Abdullah saat membawa seorang warga berobat dengan menggunakan helikopter. Waktu itu, Nurdin Abdullah masih berstatus calon gubernur.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, kembali mengungkit pentingnya helikopter, untuk menanggulangi bencana di Sulsel. 

Hal itu disampaikan Nurdin, dalam sambutannya saat membuka rapat koordinasi siaga darurat cuaca ekstrem Sulsel tahun 2018, di Hotel Four Points by Sheraton, Rabu (14/11/2018).

"Jadi penting BNPB sebenarnya helikopter itu. Manfaatnya salah satunya, setelah gempa cepat melihat situasi. Ini juga nanti jadi dasar menginfokan ke masyarakat, yang tinggal di daerah rendah, bergerak cari ketinggian," kata Nurdin.

Pentingnya helikopter ini lanjut Nurdin Abdullah, bisa dilihat saat musibah gempa bumi dan tsunami yang belum lama ini terjadi di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah. Saat itu kata Nurdin, begitu susahnya menjangkau daerah yang terkena dampak bencana, karena akses jalan yang terputus.

"Akhirnya (masyarakat) teriak, mana bantuan. Katanya banyak tapi kami belum tersentuh. Itu karena apa, karena keterbatasan akses jalan pada rusak," sambung Nurdin.

Apalagi di Sulsel kata dia. Helikopter itu sebenarnya sangat dibutuhkan. Sebab potensi terjadinya bencana di Sulsel begitu besar, dan butuh antisipasi serta model penanggulangan yang cepat.

Loading...

"Jadi kita jangan melihat helikopter itu barang yang mewah. Tapi adalah fasilitas cepat untuk menolong masyarakat. Coba kalau ada kapal tenggelam, karam, heli langsung berangkat melihat. Juga sudah bisa menolong," pungkasnya.

Namun demikian, meskipun helikopter ini dianggap penting, Pemprov Sulsel tetap tidak memasukkan anggaran penyewaannya di APBD Sulsel tahun 2019.

Usulan penyewaan helikopter ini, memang sempat ramai dibahas. Nurdin Abdullah mengusulkan, namun mendapat penolakan sejumlah fraksi di DPRD Sulsel.

"Kita tidak ada (mengusulkan), tapi mohon kearifan kita semua melihat itu sebuah kebutuhan. Jangan kita mengusulkan dikira lagi barang mewah. Tapi jangan juga disesalkan kalau terjadi apa-apa," pungkasnya.

Loading...
Loading...