Selasa, 13 November 2018 17:29 WITA

Intelijen Saudi Terkejut Dengar Rekaman Khashoggi, Hanya Pengguna Heroin yang Bisa Lakukan

Editor: Abu Asyraf
Intelijen Saudi Terkejut Dengar Rekaman Khashoggi, Hanya Pengguna Heroin yang Bisa Lakukan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

RAKYATKU.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkap fakta baru. Itelijen Arab Saudi disebut terkejut saat mendengarkan rekaman pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan senior yang menjadi kolumnis The Washington Post.

Rekaman detik-detik pembunuhan Khashoggi sudah dikirimkan kepada beberapa negara. Selain Arab Saudi, juga kepada Amerika Serikat, Prancis, Kanada, Jerman, dan Inggris.

"Rekaman itu adalah bencana nyata. Bahkan, perwira intelijen dari Saudi terkejut ketika dia mendengarkan rekaman itu," kata Erdogan seperti dikutip dari Hurriyetdailynews.com, Selasa (13/11/2018).

"Dia berkata 'orang ini (pelaku) mungkin menggunakan heroin. Hanya seorang lelaki yang menggunakan heroin dapat melakukan hal seperti itu'," lanjut Erdogan menirukan pernyataan intelijen Arab Saudi.

Erdogan sempat mengulang keterkejutan intelijen tersebut. "Iya nih. Pria itu terkejut ketika dia mendengarkannya. Ada kenyataan tentang hal ini. Ada orang-orang yang berusaha untuk memutarbalikkan kebenaran ini, terlepas dari fakta-faktanya," katanya.

loading...

Kepala Kejaksaan Arab Saudi baru-baru ini mengunjungi Istanbul untuk membahas pembunuhan itu. Dia menyampaikan rencana putra mahkota Mohammed bin Salman yang akan menjelaskan insiden tersebut dan melakukan apa pun yang diperlukan.

"Dia (Putra Mahkota) memberi tahu perwakilan khusus saya. Kami menunggu dengan sabar," kata Erdogan.

Erdogan menegaskan bahwa 18 pelaku pembunuhan sengaja didatangkan ke Istanbul sebelum Khashoggi tiba di konsulat Saudi untuk mengurus administrasi pernikahannya.

"Para pelaku pasti ada di antara 18 orang ini. Siapa lagi? Orang yang memberi perintah. Seperti yang telah saya katakan, terlepas dari para pelaku, orang yang memberi mereka perintah juga harus ditemukan," katanya. 

Loading...
Loading...