Selasa, 13 November 2018 00:30 WITA

Peringati Hari Pahlawan, PMII Enrekang Tuntut Pembubaran Organisasi Radikal

Penulis: Suarto Syam
Editor: Aswad Syam
Peringati Hari Pahlawan, PMII Enrekang Tuntut Pembubaran Organisasi Radikal
Suasana aksi demo mahasiswa PMII Enrekang, Senin (12/11/2018).

RAKYATKU.COM, ENREKANG - Memperingati Hari Pahlawan, mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Enrekang, berunjuk rasa di lampu merah jalan trans Sulawesi, Kabupaten Enrekang, pada Senin, (12/11/2018). 

Aksi puluhan mahasiswa kader PMII ini, juga membentangkan spanduk yang bertuliskan "PMII Enrekang Menolak Ormas Anti Pancasilais."

Dalam orasinya, PMII meneriakkan sejumlah isu utama kebangsaan saat ini, seperti, setop kekerasan atas nama agama, usut tuntas pelecehan seksual di Baroko, dan menolak lupa Hari Pahlawan.

Koordinator Lapangan, Irfan, mengatakan, ormas-ormas yang anti Pancasila, harus segera dibubarkan. Tidak ada tempat yang layak buat pengkhianat-pengkhianat bangsa.

"Perjuangan heroik para pahlawan petempur Surabaya pada peristiwa 73 tahun silam itu, bisa kita kenang dengar berbagai cara. Yang paling penting, menghargai jasa mereka dalam menegakkan Bendera Kesatuan kita, Merah Putih. Tentu dengan cara melanjutkan perjuangan mereka. Aktivitas ormas-ormas tertentu yang justru bertentangan dengan semangat pendahulu kita, harus kita tolak dan sudah sepatutnya kami sebagai generasi muda menuntut perlakuan tegas pemerintah untuk membubarkan aktivitas mereka," tuturnya.

Mengenai tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Enrekang, Ketua Komisariat PMII Jenderal Sudirman, Irwan Ade Saputra, meminta aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus-kasus tersebut, sehingga ke depan, tidak akan lagi ada kasus yang merusak citra Kabupaten Enrekang sebagai kabupaten religius.