Minggu, 11 November 2018 12:01 WITA

Datang Kedua Kali ke Palu Pasca Gempa, JK Pindahkan Ibu Kota Sulteng?

Penulis: Arfa Ramlan
Editor: Abu Asyraf
Datang Kedua Kali ke Palu Pasca Gempa, JK Pindahkan Ibu Kota Sulteng?
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada grand opening Mal Nipah. Hari ini, JK bertolak ke Palu, Sulawesi Tengah.

RAKYATKU.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan bertolak ke Palu, Sulawesi Tengah, Minggu siang (11/11/2018). Ini adalah kali kedua Wapres berkunjung setelah 5 Oktober 2018.

Rencananya, JK berangkat dari Pangkalan TNI AU Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan dengan menggunakan pesawat khusus kepresidenan Boeing 737-400 TNI AU. 

Setibanya di Palu, JK dijadwalkan menuju Desa Mpanau, Kabupaten Sigi, dan Kelurahan Petobo untuk meninjau hunian sementara dan masjid Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Jusuf Kalla beserta Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan rombongan menuju ke kantor gubernur untuk melaksanakan rapat koordinasi terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi.

Sebelumnya dalam rakor serupa di Kantor Wapres Jakarta, Senin (5/11/2018), dihasilkan beberapa poin upaya rehabilitasi dan rekonstruksi, antara lain terkait penetapan zona merah dan penyusunan peraturan daerah (perda) rencana tata ruang wilayah terkait relokasi.

Penelitian zona merah pascabencana telah dilakukan oleh tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Rakor hari ini di Palu rencananya akan menentukan luas zona merah, yang nantinya tidak boleh dihuni lagi oleh masyarakat.

Hasil penelitian zona merah tersebut akan digunakan sebagai rekomendasi bagi Pemprov Sulteng dalam menyusun draf perda RTRW terkait relokasi.

Pemprov Sulawesi Tengah memerlukan 1.000 hingga 1.500 hektare lahan untuk relokasi warga masyarakat pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi.

Relokasi tersebut akan menggunakan tanah milik negara yang tidak terpakai, antara lain di Tolo, Talise, Guyu dan Petobo untuk daerah terdampak di Kota Palu. Sementara Pombebe untuk daerah terdampak di Kabupaten Sigi, serta Loli dan Pantai Barat untuk daerah terdampak di Kabupaten Donggala.

Palu Tetap Ibu Kota

Sementara terkait wacana pemindahan ibu kota Sulteng, Jusuf Kalla tak setuju. Dia mengatakan, tak semua wilayah di Palu berbahaya. Beberapa wilayah masih bisa ditinggali. 

"Yang kami lakukan sekarang menghindari zona merah. Artinya tidak boleh dibangun di situ," katanya di kantornya di Jakarta, Selasa (16/10/2018) lalu.

Menurut JK, apabila ibu kota dipindah ke tempat lain, potensi gempa di wilayah Sulawesi Tengah tetap ada. Sebab, dia menambahkan, provinsi itu berada di garis api.

Selain pertimbangan itu, JK menjelaskan bahwa pemindahan ibu kota juga membutuhkan banyak biaya. "Jangan hanya melihat pemindahan kantor. Pemindahan pegawainya, bagaimana rumahnya," tuturnya.