Minggu, 11 November 2018 09:45 WITA

Jokowi: Jangan Takuti Bangsa Sendiri, Kubu Prabowo: Lebih Menakutkan dari Genderuwo

Editor: Abu Asyraf
Jokowi: Jangan Takuti Bangsa Sendiri, Kubu Prabowo: Lebih Menakutkan dari Genderuwo
Jokowi

RAKYATKU.COM - Saling sindir capres-cawapres dan tim pemenangannya masih terus berlangsung. Setelah "politik sontoloyo" mulai reda, kini muncul lagi istilah baru, "politik genderuwo".

Presiden Jokowi mengatakan, ada pihak-pihak berupaya menakut-nakuti rakyat. Seharusnya pihak tertentu menakut-nakuti negara lain, bukan justru rakyatnya sendiri.

"Sangat penting sekali untuk kita ditakuti negara lain. Jangan malah menakut-nakuti bangsanya sendiri," kata Jokowi saat berdialog dengan pelaku industri kreatif di Simpul Space Bandung Creative City Forum (BCCF), Bandung, Sabtu (10/11/2018).

Pernyataan Jokowi tersebut bermula saat mendorong startup berbasis teknologi nasional melakukan ekspansi keluar negeri. Jokowi menginginkan perusahaan lain mengikuti jejak GO-JEK untuk mengekspansi ke pasar internasional.

"GO-JEK mulai intervensi ke Vietnam, akan ke Filipina dan Singapura. Saya kira hal-hal seperti ini yang kita senang. Teknologi kita sudah mulai masuk ke negara-negara lain. Mereka pun juga sudah takut dengan ini yang namanya GO-JEK," katanya.

Beberapa waktu lalu, Jokowi menyindir politikus genderuwo. Menurut Jokowi, politikus genderuwo adalah politikus yang menggunakan propaganda tak sehat untuk menakut-nakuti masyarakat.

"Politikus genderuwo itu cara propaganda politik, menakut-nakuti rakyat, menimbulkan pikiran dan ujungnya ketidakpastian," kata Jokowi usai Peresmian Ruas Tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV di Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).

Menanggapi hal itu, juru bicara Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade menilai, istilah politik genderuwo yang digunakan Presiden Jokowi kepada lawan politiknya sangat tidak tepat jika diungkapkan pada era milenial saat ini.

Menurutnya, rakyat saat ini lebih takut dengan kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu.

"Ini kan era milenial. Masa masih saja bawa-bawa genderuwo? Apalagi genderuwo ini kan hanya mitos," ujar Andre.

"Saya yakin, kalau pun mitos genderuwo itu saat ini nyata, rakyat tetap lebih takut jika melihat harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi," imbuhnya.

Andre mengingatkan, Jokowi sebagai Presiden baiknya berbicara mengenai masa depan bangsa. Bukan berkutat dengan istilah atau mitos yang tidak ada kaitannya dengan cara memperbaiki kondisi ekonomi saat ini.

"Genderuwo ini coba digambarkan sosoknya. Jangan hanya berhalusinasi dan terperangkap dengan masa lalu apalagi yang berbau mitos. Lebih baik pikirkan bagaimana nilai tukar rupiah kuat menghadapi dollar. Bagaimana janji lapangan kerja untuk anak bangsa. Bagaimana menurunkan harga-harga. Itu yang harus dipikirkan. Jangan-jangan janji yang banyak tak dipenuhi jokowi itu juga halusinasi," pungkas Andre Rosiade.