Minggu, 11 November 2018 09:15 WITA

Politikus Gerindra Beri Tahu SBY Cara Dapat Untung dari Prabowo-Sandi

Editor: Abu Asyraf
Politikus Gerindra Beri Tahu SBY Cara Dapat Untung dari Prabowo-Sandi
Prabowo dan SBY dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Parpol pengusung pasangan capres-cawapres terkesan ogah-ogahan mengampanyekan kandidat mereka. Alasannya, hanya menguntungkan partai asal calon presiden bersangkutan. Benarkah?

Sebelumnya, SBY menyebut partai yang mengusung kadernya sebagai capres akan mendapat keuntungan saat menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg). Kedua partai tersebut ialah PDIP dan Partai Gerindra.

"Survei membuktikan saat ini membuktikan bahwa partai politik yang punya capres sangat diuntungkan. Contohnya PDIP dengan Pak Jokowi dan Gerindra dengan Pak Prabowo," kata SBY dalam pembekalan Caleg Demokrat di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Pernyataan itu ditanggapi Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria. Dia mengatakan, anggapan itu ada benarnya. Istilahnya coattail effect. Itu sebabnya, parpol ngotot mengajukan kadernya sebagai calon presiden.

"Tapi lagi-lagi kan peraturannya harus 20 persen sehingga tidak mudah bagi partai untuk dapat mengusung pasangan calon," kata Riza.

Gerindra sejak awal sudah tidak sepakat dengan aturan tersebut dan pernah walk out saat pembahasan UU Pemilu di DPR. Namun setelah UU Pemilu disahkan, aturan ambang batas pencalonan presiden harus dipatuhi.

"Karena setelah jadi undang-undang, kita harus hormati keputusannya walaupun kita berbeda. Sekarang sudah selesai, kita jalankan proses ini," ujarnya.

Lantas, bagaimana dengan parpol pengusung? Riza berpendapat masih ada cara agar partai-partai pengusung dan pendukung capres-cawapres, khususnya Prabowo-Sandi, mendapat efek positif dari pencalonan tersebut. 

"Tetap ada cara. Apa caranya? Silakan bersinergi positif dengan capres-cawapres. Contoh PAN, PAN termasuk partai koalisi Prabowo-Sandi yang aktif keliling Indonesia bersama cawapres Sandiaga Uno. Itu salah satu jalan mengatasi, itu baik," ucap Riza.

Dia pun menilai Demokrat bakal lebih mudah mendapatkan efek positif atau keuntungan dari pencalonan Prabowo-Sandi. Alasannya, Demokrat punya pengalaman menjadi dalam pemerintahan selama 10 tahun.

"Saya kira Pak SBY, Demokrat yang sudah berpengalaman, sudah sukses 10 tahun, saya kira lebih mudah sebetulnya bagi partai dan Pak SBY untuk memanfaatkan momentum Pilpres 2019 untuk bisa bersinergi positif dengan Prabowo-Sandi," kata Riza. 

"Apalagi Partai Demokrat pernah menjadi pemenang Pemilu, presiden 10 tahun, pak SBY orang yang cerdas dan berhasil membangun bangsa 10 tahun. Saya kira Partai Demokrat bisa juga diuntungkan dengan mendukung Prabowo-Sandi," tambahnya.