Sabtu, 10 November 2018 16:50 WITA

Musim Kemarau, Balitbang Kementan RI Panen Jagung di Jeneponto

Penulis: Zul Lallo
Editor: Aswad Syam
Musim Kemarau, Balitbang Kementan RI Panen Jagung di Jeneponto
Panen jagung di Jeneponto.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO -- Balitbang Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Muh Sakir, mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, panen jagung perdana pada musim kemarau di Kampung Balumbungan, Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (10/11/2018).

Sakir mengatakan, roadshow safari panen jagung kuning Sulsel, dimulai di Kabupaten Takalar dan Jeneponto. Besok pagi di Pinrang dan sore di Kabupaten Wajo.

Bertepatan 10 November ini, petani jagung pantas disematkan sebagai pahlawan swa sembada jagung Indonesia. Ini memberikan keyakinan, bahwa suplai jagung cukup untuk kebutuhan di republik ini.

Secara nasional lanjut dia, Sulsel menargetkan 2,6 juta ton jagung kering pipilan semua bibit untuk 2018. Sementara  Jeneponto dengan luas hamparan tanaman sekitar 7 ribu hektare, memiliki target produksi 3,5 ribu ton jagung kering pipilan. 

"Produksi jagung saat ini di Sulsel sudah melewati 2 juta ton dengan target 2,6 juta ton. Karena tahun ini Sulsel mencapai 2,3 juta ton. Perlu diketahui, salah satu kabupaten di Sulsel, Jeneponto ini cukup tinggi produktivitasnya, mencapai 7 ton perhektarenya, luasnya 370 ribu hektare," kata Sakir. 

Selain dari Jeneponto, ada Kabupaten Wajo, Bone, Luwu dan Jeneponto ini bertengger 5 besar di Sulsel terkait luas areal tanaman jagung. 

"Di Jeneponto ini sudah harus ada penggilingan mesin konseler. Oleh karena itu, kenapa jagung sangat penting di Jeneponto, karena nilai ekonominya tinggi dan bisa berkembang di ekosistem. Jagung ini adalah salah satu prospek ekonomi yang bisa tumbuh," ucapnya.

Untuk harga jagung di pasaran berada di rata-rata Rp4.200. Angka itu di atas harga nasional. Sedangkan untuk ekspor jagung sampai September, 372 ribu ton. 

"Ada peningkatan target dan sudah melebihi target. Suplai Indonesia, terjadi peningkatan secara signifikan. Bukan saja pengembangan komunitas pangan, termasuk jagung ini. Lahan konvensional dan intensitas jagung juga ditingkatkan," sebutnya. 

Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel, Hj Fitriani menambahkan, Jeneponto adalah penyangga sektor pertanian tanaman jagung di Sulsel.

"Ada juga kabupaten lain penghasil jagung, tapi kalau di Sulsel Jeneponto ini sebagai penyangga produksi jagung," kata Fitriani. 

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Ahmad mengatakan, produksi jagung sudah mencapai 7 ton perhektare pada musin panen kemarau, yang biasanya pertanaman jagung pada November itu sudah tidak ada. 

"Tahun ini Jeneponto mampu melakukan penanaman jagung di November, pada musim kemarau dengan capaian 7 ton perhektarenya," ucapnya.