Minggu, 11 November 2018 07:00 WITA

Pakar PBB: Intoleransi Online Makin Mengancam

Editor: Eka Nugraha
Pakar PBB: Intoleransi Online Makin Mengancam

RAKYATKU.COM --- Kasus intoleransi yang terjadi di sejumlah pelosok dunia makin meluas. Salah satu penyebabnya adalah jejaring media sosial yang memberi dukungan penyebaran paham-paham intoleransi. 

Kasus penembakan yang menewaskan 11 jamaah di sebuah sinagog di Amerika timur, adalah kasus yang terakhir. Seorang pakar hak-hak asasi manusia di PBB, mendesak pemerintah-pemerintah untuk berbuat lebih banyak guna mengekang intoleransi rasis dan anti-Yahudi, terutama di internet.

"Peristiwa itu harus menjadi katalis untuk tindakan mendesak terhadap kejahatan yang didasarkan atas kebencian, dan juga peringatan agar berupaya lebih keras melawan iklim intoleransi saat ini yang membuat sikap dan keyakinan rasis, xenofobia dan anti Yahudi lebih bisa diterima," kata Pelapor Khusus PBB, Tendayi Achiume seperti yang dilansir VoA Indonesia. 

Achiume, yang mendapat mandat untuk menghapuskan rasisme, diskriminasi rasial, xenofobia dan intoleransi terkait. Dalam laporan tahunannya dia mengatakan orang Yahudi tetap sangat rentan terhadap serangan online anti-Yahudi.

Ia mengatakan kelompok Nazi dan neo-Nazi mengeksploitasi internet untuk menyebarkan dan menghasut kebencian. 

Achiume, seorang profesor hukum di University of California, Los Angeles (UCLA) School of Law, mengatakan kelompok neo-Nazi semakin mengandalkan internet dan platform media sosial untuk merekrut anggota-anggota baru. Facebook, Twitter, dan YouTube termasuk diantara platform favorit mereka.