Sabtu, 10 November 2018 04:30 WITA

Warga Bone Ini Mengaku Ditipu Oknum Diduga Pegawai PLN

Penulis: Herman
Editor: Fathul Khair Akmal
Warga Bone Ini Mengaku Ditipu Oknum Diduga Pegawai PLN
Taslim saat ditemui rakyatku.com

RAKYATKU.COM, BONE - Salah seorang warga Jalan Sumba, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone bernama Taslim (30) mengaku menjadi korban penipuan oleh salah seorang yang diduga pegawai PLN area Watampone.

Saat ditemui Taslim menceritakan kronologisnya. Awalnya ada orang yang mengaku dari PLN bernama Firman menawarkan kepadanya untuk pemasangan alat penghemat daya listrik dengan biaya Rp500 ribu. Awalnya dia sempat menolak, namun Firman menyampaikan bahwa tidak akan ada masalah karena dirinya merupakan pegawai PLN, yang bekerja sebagai Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).

"Awalnya saya sempat monolak tapi dia mengatakan janganmi takut karena katanya dia orang lapangan yang turun memeriksa Kwh pelanggan. Kalaupun regu lain yang turun nanti dia sampaikan ke regu lainnya kalau ini dia yang kerja," kata Taslim saat ditemui Jumat malam (9/11/2018).

Lanjut dia, pemasangan alat penghemat daya tersebut sudah dipasang sejak bulan lalu. Dan setelah dilakukan pembayaran, tetap sama sebelum dipasangi alat itu.

Berjalan sebulan lebih, pemasangan tersebut diketahui oleh anggota PLN dari Ranting Hasanuddin, dan langsung melakukan penyegelan, karena menurutnya ini adalah pelanggaran KWH.

"Tadi datang orang dari Hasnuddin langsung menyegel Kwh saya di rumah, kemudian saya sampaikan bahwa ini juga dipasang oleh orang PLN sendiri bernama Firman, namun tetap saja disegel katanya kalau mau dipasang lagi disuruh bayar denda sebesar Rp6 juta," tambahnya.

Saat itu korban enggan membayar karena menurutnya ini bukan salahnya, jadi akhirnya dia mencari kebenaran oknum yang pegawai PLN itu.

"Saat saya ke ranting Hasanuddin, tidak ada yang mengenal nama Firman, sayapun ke PLN Area bertanya dan menurut sekuritinya, memang ada yang namanya firman tapi kebetulan dia lagi ke lapangan untuk pemeriksaan, pada saat itu diakui memang ada pegawai atas nama Firman, dan terjadilah negosiasi mau diselesaikan secara kekeluargaan dan saya dijanji sebelum jam 10 malam mau dipasang kembali namun saat ini belum dipasang juga," Kesalnya.

Akibat kejadian tersebut dia merasa sangat dirugikan, karena pekerjaannya sebagai tukang servis elekteonik terhambat dan semua orang yang ada di rumahnya berada di luar rumah dan tidak tidur.

Hingga berita ini diturunkan Humas PLN Area Watampone belum berhasil dikonfirmasi karena nomornya tidak aktif. Apabila sampai besok Kwh korban belum terpasang maka korban akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.