Jumat, 09 November 2018 20:08 WITA

Pagar Gedung Dirusak Oknum Mahasiswa, Kejati Sulsel Ancam Lapor Polisi

Penulis: Himawan
Editor: Fathul Khair Akmal
Pagar Gedung Dirusak Oknum Mahasiswa, Kejati Sulsel Ancam Lapor Polisi
Anggota HMI Komisariat Unibos berorasi di gedung Kejati Sulselbar, Jumat (1/11/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pintu pagar gedung Kejati Sulselbar dirusak oknum mahasiswa dari HMI Komisariat Unibos, saat berunjuk rasa di Kejati Sulsel Jumat (9/11/2018).

Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin mengungkapkan, pihaknya akan melaporkan ke aparat kepolisian oknum mahasiswa tersebut.

Salahuddin menilai aksi rusuh para pendemo sudah diluar batas. Pasalnya, puluhan mahasiswa itu menurut Salahuddin telah merusak fasilitas negara. 

"Dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan terkait pengerusakan pagar Kejati Sulsel," kata Salahuddin usai aksi unjuk rasa.

Menurut Salahuddin, baru kali ini ada pengunjuk rasa yang sangat meresahkan dan menggangu keamanan para pegawai yang ada di Kejaksaan Tinggi Sulsel. Apalagi para pendemo, ingin masuk ke Kejati saat pegawai sedang bekerja.

"Nah itu dapat mengganggu aktivitas pegawai yang ada di sini (Kejati Sulsel) apa bila mereka masuk ke dalam," tambahnya.

Aksi ini juga kata Salahuddin membuat warga yang hendak melaksanakan salat berjamaah di dalam masjid Kejati batal. Pasalnya saat aksi berlangsung, pintu utama Kejati Sulsel ditutup. 

Selain itu perusakan ini juga memancing kemarahan para pegawai Kejati yang menyaksikan puluhan mahasiswa itu merusak pintu pagar meski bukan pintu utama Kejati. 

"Akibat demo tadi warga yang biasanya salat jadi tidak bisa salat Ashar. Masuk ke dalam kejati Masjid di sini biasa dipakai warga untuk salat," pungkasnya.

Sebelumnya, pagar di salah satu pintu masuk kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel berhasil dirobohkan puluhan mahasiswa dari HMI Komisariat Universitas Bosowa di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (9/11/2018).

Perusakan ini merupakan buntut dari gagalnya puluhan mahasiswa ini menemui Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Tarmizi. Mahasiswa ini menuntut Tarmizi untuk segera menangkap Soedirjo Aliman alias Jen Tang.