Jumat, 09 November 2018 19:39 WITA

Ceramah Zakir Naik di Medsos, Antar Kabid Pendapatan BKD Parepare Jadi Mualaf

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Aswad Syam
Ceramah Zakir Naik di Medsos, Antar Kabid Pendapatan BKD Parepare Jadi Mualaf
Prasetyo saat mengucapkan dua kalimat syahadat dengan dipandu Kiai Iskandar Ali di Masjid Al-Irsyad.

RAKYATKU.COM, PAREPARE — Hidayah bisa datang kapan saja, seperti yang dialami oleh Prasetyo, Kepala Bidang Pendapatan di Badan Keuangan Daerah(BKD) Kota Parepare. 

Disaksikan rekan dan jemaah Masjid Al Irsyad, dia resmi menjadi mualaf. Namanya tidak berubah. Hanya di depan, ditambahkan Muhammad. Ya, Muhammad Prasetyo. Dia bangga dengan nama itu.

Usai mengucap syahadat di Masjid Al Irsyad yang dipandu Kiai Iskandar Ali, Prasetyo tampak tersenyum puas.

Ditemui Rakyatku.com, Prasetyo menceritakan bagaimana kisahnya hingga memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Ceramah Zakir Naik di Medsos, Antar Kabid Pendapatan BKD Parepare Jadi Mualaf

Awalnya, Prasetyo mengaku tertarik mendengarkan ceramah–ceramah tentang Agama Islam di media sosial Facebook.

“Hati saya begitu tenang, ketika mendengarkan ceramah di media sosial. Itu yang saya lakukan mengisi waktu senggang, terutama ceramah Dokter Zakir Naik,” urai dia.

Prasetyo menceritakan, dari ceramah-ceramah tersebut, dia mulai mencari tahu apa itu agama Islam. Puncaknya kata dia, pada Selasa (6/11/2018), dia mantap memeluk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat, setelah mengikuti pesantren kilat di Malang, Jawa Timur.

“Di situlah saya dituntun mengucapkan dua kalimat syahadat. Tanpa paksaan. Ini adalah dorongan dari hati yang mendapatkan ketenangan,” tandas pria yang sebelumnya memeluk agama Kristen Katolik ini.

Saat sampai di Kota Parepare, rekan-rekan Prasetyo pun menyarankan untuk kembali di-Islamkan.

“Katanya biar lebih afdol lagi, saya kembali di-Islamkan di Masjid Al Irsyad oleh pak Kiai Iskandar Ali,” urai dia.

Sebelum akhirnya jadi mualaf, Prasetyo meminta izin terlebih dahulu kepada orang tuanya di Malang.

“Mereka welcome, dan berpesan untuk tidak main-main, teguh terhadap pendirian. Namanya anak kan kita harus tetap minta restu orang tua. Saya juga berharap istri dan 2 anak saya ikut memeluk agama Islam,” harap dia.