Jumat, 09 November 2018 19:13 WITA

"Awas!!! Kalian Tabrak Kami," Tak Indahkan Peringatan, Kapal Perang Hantam Tanker

Editor: Aswad Syam
Detik-detik tabrakan kapal Sola TS dengan kapal perang KNM Helge Instad.

RAKYATKU.COM, NORWEGIA - Di laut Sture, utara Bergen, Norwegia, kapal perang KNM Helge Instad melaju cepat. Di depannya, awak Sola TS panik. Kapal tanker itu pun mengirimkan sinyal peringatan.

"Awas!!! kalian bisa tabrak kami," demikian peringatan dari kapal Sola TS. Pusat Lalu Lintas Maritim Pesisir Fedje VTS, juga telah mengirimkan sinyal peringatan yang sama.

Oleh awak KNM Helge Instad dijawab, "Tenang, kami pegang kendali."

Namun, apa yang dikhawatirkan awak Sola TS pun terjadi. Kapal perang milik NATO itu menyosor Sola TS.

Sekitar 10.000 liter bahan bakar helikopter dari frigate, telah bocor ke laut setelah tabrakan itu merobek lubang besar di sisinya, kata militer. 137 awak itu dievakuasi di tengah kekhawatiran akan tenggelamnya kapal itu.

Delapan orang di KNM Helge Instad terluka dalam tabrakan 4AM, kata Laksamana Muda Nils Andreas Stensoenes, kepala angkatan laut Norwegia. Dua dari mereka dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kapal, yang baru-baru ini mengambil bagian dalam latihan militer Trident Juncture NATO di Norwegia, adalah "daftar yang kuat," kata Stensoenes pada konferensi pers Kamis sore. Kapal itu rebah di air dengan buritannya di bawah air.

Kapal fregat 442ft, dibangun di Spanyol pada tahun 2009, adalah bagian dari armada NATO di Atlantik. Aliansi telah diberitahu tentang kecelakaan itu, katanya.

Kapal tanker berbendera Maltese, Sola TS, tidak rusak dan 23 awaknya tetap di kapal. Situs pengiriman Sysla melaporkan, tanker itu telah memuat minyak mentah dan sedang dalam perjalanan ke Inggris.

Stensoenes mengatakan, penyebab kecelakaan itu tidak jelas dan Angkatan Laut akan menunggu temuan Badan Investigasi Kecelakaan Norwegia. Laporan sebelumnya mengatakan, sebuah kapal penarik juga terlibat dalam tabrakan itu, tetapi Stensoenes membantah laporan itu.

Dia mengatakan, frigat telah didorong oleh kapal penarik ke air dangkal, di mana tidak bisa tenggelam sepenuhnya.