Jumat, 09 November 2018 18:04 WITA

HUT ke-411 Kota Makassar, Bankir Ini Punya Usulan Keren Soal Rekayasa Lalu Lintas

Editor: Aswad Syam
HUT ke-411 Kota Makassar, Bankir Ini Punya Usulan Keren Soal Rekayasa Lalu Lintas
Muh Suardi Husain dan grafis rekayasa lalu lintas usulannya.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Namanya Muh Suardi Husain. Dia sejatinya seorang bankir di sebuah bank swasta. Namun, dia juga sangat peduli terhadap kondisi lalu lintas di Kota Makassar.

Pada sebuah postingan di media sosial, dia mengusulkan sebuah rekayasa lalu lintas. Lengkap dengan grafis yang dia buat sendiri.

Berikut usulannya:

"Hari ini Sembilan November, Makassar kota tempat saya bekerja dan bermukim berusia 411 tahun. Ada kesemrawutan di tengah pembangunan kota yang pesat. Kendaraan terus bertambah, jalan raya semakin padat dan macet. 

Ruang parkir umum tidak tersedia memadai dengan sistem pengelolaan yang tidak tertib menjadi penyumbang kemacetan dan menyebabkan penyempitan bahu jalan. Lampu pengatur lalu lintas terkadang tidak berfungsi baik dan rambu-rambu lalu lintas yang sering  diabaikan oleh pengendara.

Semua fakta-fakta tersebut dalam status prioritas untuk dilakukan pembenahan oleh Otoritas Kota. Lampu pengatur lalu lintas menjadi hal yang tidak membutuhkan biaya untuk mengubah sistem pengaturan. Hanya butuh penataan ulang sistem penyalaan lampu.

Mengapa di setiap perempatan jalan yang terpasang lampu pengatur lalu lintas sering macet? Jawabannya sederhana, karena dari dua arah yang berlawanan lampu hijau bersamaan menyala. Faktanya, dari arah seberang, kendaraan melaju lurus ke depan dan juga bisa membelok ke kanan. Begitu juga dari arah berlawanan, kendaraan bisa lurus dan juga bisa membelok ke kanan. 

Apa yang terjadi kemudian? Kendaraan bertemu di tengah. Semua ingin jalan, baik yang mau lurus maupun yang mau belok kanan. Akhirnya saling ngotot-ngototan, klakson bersahutan, pengendara memberi kode lampu kepada pengendara lainnya sebagai isyarat "memaksa" agar dia yang harus jalan duluan. 

Kehabisan waktu alias lampu hijau berganti lampu merah, tidak bisa dihindari karena terkunci dan kacau di tengah perempatan.

Kondisi ini nyata terjadi khususnya di perempatan jalan, padahal sudah ada pengatur lalu lintas. Lantas apa solusinya? 

Sebagai pengguna jalan, saya melihat solusinya cukup mudah hanya dengan mengubah dan menata ulang penyalaan lampu hijau dari empat arah secara bergantian. Pemberlakuan sistem antre di empat arah. Konsekuensinya kecil hanya butuh kesabaran menunggu lampu hijau.

Di Ulang Tahun ke-411 Kota Makassar, saya memberi masukan untuk mengatur ulang  sistem pemberlakuan lampu pengatur lalu lintas di Makassar. Berikut ilustrasinya:

HUT ke-411 Kota Makassar, Bankir Ini Punya Usulan Keren Soal Rekayasa Lalu Lintas

 

HUT ke-411 Kota Makassar, Bankir Ini Punya Usulan Keren Soal Rekayasa Lalu Lintas