Jumat, 09 November 2018 17:30 WITA

"Masuk Kalau Berani", Ditantang Pegawai Kejati, Mahasiswa Unibos Robohkan Pintu Masuk

Penulis: Himawan
Editor: Abu Asyraf
Mahasiswa Unibos merobohkan pintu masuk kantor Kejati Sulsel, Jumat (9/11/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pagar salah satu pintu masuk kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel dirobohkan puluhan mahasiswa, Jumat (9/11/2018). Mereka berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Bosowa.

Pengrusakan ini buntut dari gagalnya puluhan mahasiswa ini menemui Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Tarmizi. Mahasiswa ini menuntut Tarmizi untuk segera menangkap Soedirjo Aliman alias Jen Tang. 

Mahasiswa sempat ditemui Kasipenkum Kejati Sulsel Salahuddin. Namun, mahasiswa ini langsung memporak-porandakan pintu pagar hingga reyot. Usai membakar ban dan menahan truk untuk berorasi, para mahasiswa langsung merusak pintu. 

"Kajati jangan hanya duduk di singgasananya saja," kata salah seorang pengunjuk rasa. 

Pengrusakan ini mendapat respons dari para pegawai di Kejaksaan. Usai salat asar, mereka meneriaki para pengunjuk rasa untuk masuk ke halaman Kejaksaan. Aksi saling teriak antar para staf dan petugas kejaksaan terjadi dengan puluhan mahasiswa. 

"Masuk kalau berani," ujar salah seorang staf di Kejati. 

Sebagian mahasiswa terpancing. Adu mulut ini akhirnya reda setelah Salahuddin menyuruh pegawai kejaksaan untuk mundur. 

Kejati Sulsel sejauh ini belum bisa menangkap Jen Tang. Kajati Sulsel Tarmizi mengungkapkan bahwa kasus Jen Tang sudah dikirim ke KPK. 

"Saya sudah mengirim kasusnya ke KPK minggu lalu. Menginformasikan tentang kasusnya itu. Semoga mereka berkenan membantu. Bagi kami terus bekerja," kata Tarmizi. 

Tarmizi mengatakan KPK sendiri telah meminta laporan kasus pemyewaan lahan negara yang melibatkan direktur PT Jujur Jaya Sakti ini. "Jadi sudah jadi perhatian KPK," katanya.