Jumat, 09 November 2018 14:03 WITA

Pergoki Putrinya Diperkosa, Ayah Ini Bunuh Lalu Potong Jari Pelaku

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pergoki Putrinya Diperkosa, Ayah Ini Bunuh Lalu Potong Jari Pelaku
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Tidak terima putrinya diperkosa, seorang petani di Sumatera Selatan, Akmaludin (50), nekat menghabisi nyawa tetangganya, Alam Sohir (50).

Kasus ini terkuak setelah mayat korban ditemukan tergeletak di kebun kopi Dusun I, Desa Sinar Danau, Kecamatan Buana Pemaca, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan, Kamis (8/11/2018) siang. 

Saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan dengan luka terbuka sehingga terlihat tulang, tempurung kepala pecah, luka di wajah, lebam di sekujur tubuh, dan empat jari tangan kanan terpotong.

Dari penyelidikan dan pemeriksaan saksi, tersangka akhirnya ditangkap di rumah kontrakan anaknya sekitar sepuluh jam kemudian. Tersangka pun mengakui perbuatannya dan langsung dibawa ke Mapolres OKUS untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatreskrim AKP Kurniawi H Barmawi mengatakan, pelaku melakukan pembunuhan karena sakit hati memergoki korban yang ingin memperkosa anak gadisnya. Tersangka pun membuntuti korban yang hendak menuju pemandian di dalam hutan.

Saat korban lengah, tersangka memukulnya dari belakang menggunakan batang kayu kopi. Di situ, tersangka dengan beringas memukuli korban secara membabi buta hingga tewas. 

Lalu, lanjut Kurniawi, korban diseret ke kebun kopi sekitar 30 meter dari TKP dan menutupi jasadnya dengan rerumputan. "Motifnya tersangka sakit hati karena korban mau memperkosa anaknya. Itu pengakuan tersangka," kata Kurniawi, Jumat (9/11/2018).

Menurutnya, korban dan tersangka masih bertetangga di Desa Sinar Danau, Kecamatan Buana Pemaca, OKUS. Usai kejadian, tersangka melarikan diri ke rumah kontrakan anak lelakinya di Desa Berahsang, Kecamatan Kisam Tinggi, OKUS.

"Keduanya masih tinggal sekampung, karena mencurigakan dan ada keterangan saksi, pelaku mengarah ke tersangka dan akhirnya ditangkap," bebernya dilansir laman Merdeka.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 KUHP dengan ancaman minimal 20 tahun penjara. Barang bukti disita berupa sepotong kayu kopi sebagai alat pembunuhan, pakaian yang dicuci tersangka usai membunuh, dan beberapa barang milik korban di TKP.