Jumat, 09 November 2018 14:30 WITA

"Saya Tak Akan Ulangi Lagi Ayah," Gadis Kecil Ini Ditampar dan Dibuat Berlutut

Editor: Aswad Syam
Seorang ayah memaki dan menampar anaknya di tempat parkir di Singapura.

RAKYATKU.COM, SINGAPURA - Menghukum anak ketika mereka melakukan kesalahan, dapat mengajari mereka cara membuat keputusan yang baik di lain waktu. Tetapi, pastikan itu adalah hukuman yang pantas.

Baru-baru ini, Stomp melaporkan, seorang pria tertangkap kamera menampar dan memaksa anaknya yang masih kecil, untuk berlutut di tempat umum, sementara wanita lain yang bersama mereka menyaksikan tanpa daya. 

Insiden itu terjadi di tempat parkir di IKEA Tampines, Singapura pada Senin, 5 November 2018, malam. 

Orang yang menyaksikan dan merekam kejadian mengejutkan itu mengatakan kepada Stomp, bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 9 malam. 

Sumber itu dikutip oleh Stomp mengatakan, "Pria itu terlihat berteriak dan menampar seorang gadis, yang diyakini putrinya, dan memintanya untuk berlutut." 

Sumber itu, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa dia tidak yakin mengapa ayah sangat marah pada anak malang itu. 

Gadis itu tampak seperti berusia sekitar lima atau enam tahun. Dia tidak tahu apa yang membuat pria itu kesal, tetapi dia mendengar pria itu mengatakan, "Saya mencintai kamu, tetapi kamu tidak bisa mengatakan hal-hal semacam ini kepada saya. Ini bukan lagi wilayah ibumu, itu wilayah saya!!!"

Sambil menangis, gadis itu hanya mengatakan, "Saya tidak akan ulangi lagi ayah."

Sumber itu menambahkan, tidak dikonfirmasikan jika wanita dewasa yang ada di sana saat kejadian adalah ibu dari gadis kecil itu. 

Namun, sepertinya, dia takut berdiri di hadapan ayah yang marah, karena dia tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya menampar putrinya. 

Namun demikian, sumber berhenti merekam, setelah dia menduga bahwa ayah telah memperhatikan bahwa dia sedang direkam. 

Dia mengatakan, ada beberapa penonton dan kebanyakan dari mereka hanya berjalan menuju kendaraan mereka. 

Akhirnya, pria itu meninggalkan tempat yang dia sadari lebih banyak orang mulai berkumpul di tempat kejadian. 

Setelah itu, orang yang merekam video itu berpikir, orang tua seharusnya tidak mempermalukan seorang anak seperti yang dilakukan ayah dalam cerita ini. 

“Dia seharusnya tidak mempermalukan putrinya di tempat umum seperti ini, dan menakut-nakuti keluarga lain dengan anak kecil. Suaranya bisa terdengar dari eskalator menuju tempat parkir,” katanya. 

Setelah insiden itu menjadi viral, seorang warganet yang peduli mengatakan, dia melaporkannya ke polisi dan Kementerian Sosial dan Pengembangan Keluarga (MSF) di Singapura. 

Stomp melaporkan, bahwa baik polisi dan MSF sedang menyelidiki insiden itu, sementara IKEA telah mengkonfirmasi, itu terjadi di salah satu parkir mobil mereka.