Kamis, 08 November 2018 19:20 WITA

Berkas P21, Dua Pelaku Pembunuhan di Tinumbu Dilimpahkan ke Kejari

Penulis: Himawan
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Berkas P21, Dua Pelaku Pembunuhan di Tinumbu Dilimpahkan ke Kejari
Dua pelaku pembunuhan tiba di Kejaksaan Negeri Makassar, Kamis (8/11/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dua tersangka pembunuhan kasus pembakaran di Jalan Tinumbu lorong 166 B dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Makassar setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21). Keduanya adalah Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22).

Kedua tersangka diserahkan langsung penyidik satuan reskrim Polrestabes Makassar di kantor Kejaksaan Negeri, Kamis (8/11/2018) sore. Ilho tiba di Kejari Makassar dengan memakai kopiah hitam dengan kaos gelap lengan panjang. Sementara Ramma memakai peci cokelat dan kaos oblong. 

Keduanya tampak tenang. Didampingi pengacara dari pos bantuan hukum PN Makassar keduanya memasuki ruangan penyerahan. Penyerahan dilakukan secara tertutup di salah satu ruangan di Kejaksaan Negeri Makassar. 

"Pelimpahannya sudah tahap II. Selain melimpahkan tersangka, barang bukti juga dilimpahkan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono, Kamis (8/11/2018).

Barang bukti yang dilimpahkan antara lain ialah satu laci lemari sisa pembakaran, satu benda puing sisa pembakaran, rak piring plastik sisa pembakaran, satu botol air mineral ukuran 600 ml. 

Selain itu, ada juga dua unit handphone merk Oppo dengan tipe berbeda, dan satu motor honda Scoopy yang dipakai dua tersangka saat melakukan pembakaran. 

"Tersangka dikenakan pasal 340 KUHP atau pasal 187 ayat (3) KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP," imbuhnya. 

Salah satu jaksa penuntut umum, Andi Sulkifli Herman yang menerima langsung kedua tersangka mengatakan kedua tersangka akan dititipkan ke Rutan Klas I Makassar.

Pelimpahan ini sendiri dilakukan setelah sebelumnya jaksa sempat beberapa kali mengembalikan berkas perkara tersangka ke penyidik reskrim Polrestabes Makassar.  "Iya ini sudah P21. Jadi ini tahap duanya dan dilimpahkan hari ini," ungkap Sulkifli. 

Sebelumnya Ilho dan Ramma menjadi dua pelaku utama yang menghabisi nyawa enam warga di Jalan Tinumbu pada Senin dini hari 6 Agustus lalu. Dua tersangka ini membunuh dengan cara membakar rumah Sanusi (salah satu korban) karena mendapat perintah dari otak yang juga narapidana di lapas klas IA Makassar, Akbar Ampuh. 

Akbar Ampuh mengotaki pembunuhan sadis ini karena cucu Sanusi, Ahmad Fahri memiliki utang narkoba sebesar Rp29 juta kepadanya. Dua bulan setelah aksinya diketahui dan ditetapkan tersangka, Akbar melakukan bunuh diri di ruang tahanannya di Lapas Klas IA Makassar.