Kamis, 08 November 2018 17:34 WITA

Tanpa JK, Romy Sebut Jokowi Tetap Kuat di Sulsel

Penulis: Rizal
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Tanpa JK, Romy Sebut Jokowi Tetap Kuat di Sulsel
Ketua Umum Partai PPP, M. Romahurmuziy (kiri).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy sesumbar jagoannya di Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf Amin mampu meraih 70 persen perolehan suara. 

Target ini sesuai dengan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf di Surabaya baru-baru ini.

"Berdasarkan survei internal TKN sendiri, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf terus meningkat. Target 70 persen perolehan suara optimis kita capai. Kita juga sudah instruksikan caleg (calon legislatif) PPP untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf," katanya saat berbincang dengan Rakyatku.com, di Coffeeholic by Sija, Jalan Topaz, Makassar, Kamis (8/11/2018).

Lalu bagaimana kekuatan Jokowi di Sulsel sendiri tanpa kehadiran Jusuf Kalla (JK) lagi sebagai cawapres? Romy, sapaan akrab M. Romahurmuziy, meyakini tak ada perubahan yang drastis. Sulsel pun ditarget jadi salah satu lumbung suara capres dan cawapres nomor urut satu tersebut.

"Meskipun Pak JK tak lagi menjadi cawapres Pak Jokowi, tapi kita ketahui bersama bahwa Pak JK ini masih menjadi Ketua Dewan Pengarah TKN," tambah Romy, yang juga Dewan Penasehat TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tersebut.

Romy sendiri mengaku memberikan instruksi khusus kepada DPW PPP Sulsel untuk mempertahankan perolehan suara Jokowi di Sulsel, minimal sama dengan perolehan suara pada Pilpres 2014 silam. 

Kala itu, lanjut Romy, Jokowi yang berpasangan dengan putra daerah, Jusuf Kalla unggul telak dengan perolehan suara 71,41 persen atau sebanyak 3.037.026 suara. Sedangkan rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hanya meraih suara 1.214.857 atau 28,59 persen. Dengan jumlah pemilih di Sulsel saat itu sebanyak 6.317.641 orang. 

"Tugas khusus untuk DPW PPP Sulsel adalah mempertahankan perolehan suara Pak Jokowi minimal sama dengan perolehan di Pilpres 2014 lalu," bebernya.

"Kedua, kita instruksikan bagaimana membangun kampanye positif. Kita tidak ingin kontestasi Pilpres ini dibumbui oleh kampanye negatif yang mengintimidasi masyarakat. Terakhir, memastikan PPP lebih besar dibandingkan sebelumnya," tambah Romy.