Kamis, 08 November 2018 17:14 WITA

Nurdin Abdullah Ancam Ganti Kepala DLH Sulsel

Penulis: Fathul Khair
Editor: Nur Hidayat Said
Nurdin Abdullah Ancam Ganti Kepala DLH Sulsel
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengancam akan mengganti Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulsel. Nurdin bakal menggantinya, bila dalam waktu dekat, tidak segera menyelesaikan sejumlah izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

"(Dalam waktu 100 hari tidak selesai) saya ganti, saya ganti. Harus begitu. Mungkin dia sudah tahu juga mau diganti," kata Nurdin Abdullah saat ditemui di acara Economic Forum, di Hotel The Rinra, Makassar, Kamis (8/11/2018).

Diakui Nurdin, sulitnya Amdal keluar, bisa berdampak pada sulitnya pembangunan dan berbisnis di Sulsel. 

"Termasuk Pemkab Bulukumba. Bulukumba bangun dermaga untuk kenyamanan pengunjung wisata. Sampai dibangun, UPL-UKL belum turun dari provinsi. Sekarang bermasalah oleh kapolres. Karena tidak ada amdalnya," lanjut Nurdin dalam sambutannya pada acara tersebut.

Nurdin Abdullah betul-betul menyoroti sulitnya Amdal keluar. Makanya, dia meminta agar hal ini segera mendapat perhatian.

"Itu harus direformasi. Ya harus kita objektiflah. Amdal itu harus dibuat mereka. Bagaimana sistem pengendaliannya, baru kita hadirkan analisnya. Jangan amdal itu sebuah dokumen yang disimpan di lemari," lanjut mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Ia menjelaskan, Amdal itu akan digunakan sebagai pengontrol. Juga menghindari konflik dengan masyarakat. Sebab hal itu merupakan perwujudan tanggung jawab pemerintah, dalam pengelolaan lingkungan hidup. 

"Misalnya seperti ada getaran gak? Bagaimana dampak masyarakat sekitar. Nanti kena retak," ujarnya.

Apalagi menurut pandangan Nurdin, selama ini dalam proses pembuatan Amdal, semestinya perguruan tinggi ikut dilibatkan sebagai analis.

"Amdal sudah selesai kita duduk sama-sama. Ini bukan gagah-gagahan. Punya UPL-UKL. Tapi kita mau khalayak ramai tahu, bahwa kita bangun ini tidak ada dampak pada lingkungan. Itukan kita butuh," jelasnya.

"Dibanding apa masalahnya ini Amdal tidak keluar-keluar. Itu risikonya, karena kita bikin. Coba selain mereka yang bikin, cari orang perguruan tinggi bersama-sama. Kemudian tim untuk menilai amdalnya," pungkasnya.