Kamis, 08 November 2018 14:18 WITA

Nurani Strategic Apresiasi Timsel yang Tak Loloskan Petahana KPU Makassar

Penulis: Rizal
Editor: Nur Hidayat Said
Nurani Strategic Apresiasi Timsel yang Tak Loloskan Petahana KPU Makassar
Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tim Seleksi (Timsel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar telah mengumumkan calon komisioner yang lolos 10 besar, Rabu malam (7/11/2018).

Dari dua incumbent KPU Makassar yang lolos sampai tes kesehatan dan wawancara, semuanya tersingkir. Mereka adalah Rahma Saiyed dan Abdullah Manshur. Jadilah, 10 besar calon anggota KPU Makassar dihiasi wajah-wajah baru, tanpa petahana.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus menganggap keputusan Timsel tak mewadahi lagi petahana di KPU Makassar sebagai keputusan yang tepat. Sebab, menurutnya, mereka selama ini dianggap tak begitu sukses menjalankan amanah sebagai penyelenggara kontestasi demokrasi di Kota Makassar.

"Saya mengapresiasi kinerja Timsel KPU Makassar dengan tak meloloskan satu pun petahana. Ini menurut saya jalan paling baik yang dipilih Timsel untuk menjamin integritas komisioner yang terpilih. Jelas sekali, para komisioner di Makassar masih perlu ujian integritas setelah rentetan masalah dalam pekerjaannya selama ini," tuturnya kepada Rakyatku.com, Kamis (8/11/2018).

Sebagai mantan Ketua KPU Makassar, Nurmal mengaku sedih dengan kinerja anggota KPU Makassar selama ini yang dianggap gagal oleh banyak kalangan. Terutama dalam menggelar Pilwalkot Makassar 2018 lalu.

"Tentu ini menjadi pelajaran yang berharga bagi komisione baru yang akan mulai bertugas bulan depan," tandasnya.

Dirinya pun berharap komisioner yang terpilih nantinya dapat belajar banyak dengan kejadian-kejadian di KPU Makassar selama ini. Siapa pun itu yang diputuskan oleh KPU RI berdasarkan uji kelayakan dan kepatutan.

"Siapa pun lima figur yang terpilih dari 10 orang ini perlu belajar banyak dari rentetan masalah di Makassar selama ini. Terutama pada masalah penyelenggaraan dan pengelolaan anggaran. Mereka harus mampu melepaskan diri dari berbagai pengaruh eksternal dan menahan berbagai tekanan agar keputusan yang mereka ambil sangat adil dan independen," pungkasnya.