Kamis, 08 November 2018 09:39 WITA

Dibahas Dua Hari, Timsel Beberkan Alotnya Penentuan 10 Besar Calon Anggota KPU Makassar

Penulis: Rizal
Editor: Nur Hidayat Said
Dibahas Dua Hari, Timsel Beberkan Alotnya Penentuan 10 Besar Calon Anggota KPU Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penentuan 10 besar calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar terbilang alot. Tim Seleksi (Timsel) 2 yang membawahi seleksi untuk KPU Makassar bahkan harus melaksanakan rapat penentuan nyaris selama dua hari penuh.

Rapat tersebut dimulai pada Selasa siang (6/11/2018) dengan mengambil tempat di Sekretariat Kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar. Para anggota Timsel 2, yakni Abdul Muttalib, Andi Muh Fadli, Basti Tetteng, Hasrullah dan Kamridah, menampakkan wajah-wajah serius.

Berdasarkan pantauan Rakyatku.com saat itu, meski rapat penentuan digelar tertutup, alotnya pembahasan dalam forum tampak jelas di wajah para anggota Timsel ketika keluar dari ruangan. Saat itu, belum ada komentar secuil pun keluar dari mulut mereka.

Di hari tersebut, rapat dihelat hingga tengah malam. Karena belum juga klop, Timsel melanjutkan pembahasan pada Rabu siang (7/11/2018). Dikonfirmasi, anggota Timsel masih bungkam. Tanda belum ada kepastian.

Akhirnya, pada Rabu malam (7/11/2018), Timsel menggelar rapat pleno penetapan sekitar pukul 21.00 Wita. Saat rapat penentuan ini pula, Timsel tak ragu menggugurkan dua orang petahana di KPU Makassar. Yaitu Rahma Saiyed dan Abdullah Manshur. Teka-teki 10 besar calon anggota KPU Makassar pun terjawab. 

Dikonfirmasi, Ketua Timsel 2, Dr Hasrullah pun membeberkan alotnya rapat penentuan tersebut. Menurutnya, semua hasil tes kembali di cross check oleh Timsel. 

"Makassar ini memang hampir berjam-jam kita plenokan. Kita perdebatkan. Makassar itu tidak sama dengan daerah lain. Begini, itu kan semua harus kita cek kembali. Kesehatan misalnya, ada orangnya bagus, nilainya bagus tapi setelah dicek kesehatannya ada gangguan organ yang sangat vital, yah ngga bisa (lolos) dong. Itu semua harus diklarifikasi, kita harus cek kembali semuanya," tuturnya, Rabu malam (7/11/2018).

Hal tersebut dilakukan, menurut Hasrullah, sebab yang dikirim ke KPU RI bukan hanya nama, tetapi juga ada pemeringkatan berdasarkan hasil tes.

"Nanti yang dikirim ke Jakarta disamping nama juga diikutsertakan ranking yang terbaik," tambah akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.

Kekhawatiran tak adanya petahana yang lolos di KPU Makassar sementara tahapan Pemilu 2019 telah berjalan pun ditepis Timsel. Menurut Hasrullah, 10 besar calon komisioner yang lolos tersebut telah mengikuti serangkaian tes yang menunjukkan bahwa mereka telah memahami soal kepemiluan.

"Kan ada tes-tes sebelumnya toh, seperti tes psikotes, dan CAT (Computer Assisted Test). Disitu orang punya kapasitas dan ingat incumbent itu tidak selamanya harus anggota KPU, misalnya PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) itu orang yang juga paham lapangan," pungkasnya.

Sekadar diketahui, 10 besar calon komisioner KPU Makassar selanjutnya dikirim ke KPU RI pada 9-13 November mendatang. Mereka akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan untuk menentukan lima orang komisioner definitif.