Rabu, 07 November 2018 12:28 WITA

TP2D Tegaskan Tak Campuri Penganggaran Pemprov Sulsel

Penulis: Fathul Khair
Editor: Aswad Syam
TP2D Tegaskan Tak Campuri Penganggaran Pemprov Sulsel
Kabiro Humas Pemprov Sulsel, Devo Khadafi bersama Anggota TP2D Pemprov Sulsel, Jayadi Nas.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Pemprov Sulsel, menegaskan sama sekali tidak pernah mencampuri penganggaran Pemprov Sulsel. Itu ditegaskan Anggota TP2D Pemprov Sulsel, Jayadi Nas dalam coffee morning Humas Pemprov Sulsel, Rabu (7/11/2018).

"Persoalan keuangan tidak ada kewenangan TP2D mengurusi persoalan pencairan, dan lain-lain. Memangnya tidak ada urusan lain?," kata Jayadi.

Jayadi menegaskan, hal itu menjadi kewenangan sepenuhnya Badan Pengelolaa Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sulsel.

"Tapi kita hanya beritahu OPD, tentang kalau ada suatu hal yang penting untuk kita diskusikan, kita diskusikan. Tapi tetap leading sektornya itu BPKAD," tambahnya.

Misalnya dicontohkan Jayadi, soal pembangunan CPI dan Stadion Barombong. TP2D hanya sebatas mengumpulkan informasi terkait progres pembangunan kedua proyek besar Pemprov Sulsel tersebut.

"Soal Stadion Barombong dan CPI, diminta agar kita lihat dulu, audit dulu. Karena kita tidak mau penganggarannya orang tidak kita bayarkan. Di situ akhirnya Pak Gub (Nurdin Abdullah, red) yang berhak merencanakan untuk mengaudit, agar ada ketitikterangan. Untuk melihat sebelumnya sudah sampai di mana, dan kita harus memulai dari mana," ujar Jayadi.

"TP2D kita sebenarnya tidak mau banyak bicara, kita diminta Pak Gub lebih banyak bekerja. Tapi Anda (wartawan) yang terlalu penasaran. Makanya kita buka saja, kita sampaikan. Kita ini hanya tim supporting untuk membantu gubernur," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, TP2D banyak menjadi sorotan, karena disebut-sebut ikut mencampuri penganggaran di Pemprov Sulsel. Salah satu di antaranya, ada kebijakan TP2D yang menahan anggaran reses anggota DPRD Sulsel.