Selasa, 06 November 2018 09:57 WITA

Jokowi-Ma'ruf Amin Gandeng Yusril Jadi Pengacara, Ini Alasannya

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Jokowi-Ma'ruf Amin Gandeng Yusril Jadi Pengacara, Ini Alasannya
Yusril Ihza Mahendra. Ist

RAKYATKU.COM - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi kuasa hukum calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Yusrill mengaku tawaran menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf ini sudah datang sejak lama. Namun, ia baru menjawab permintaan itu saat bertemu Erick Thohir di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (4/11/2018) lalu.

"Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi - Pak Kiyai Ma’ruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon Capres-cawapres," kata Yusril.

"Maka saya katakan pada Pak Erick, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyer-nya kedua beliau itu," tambahnya. 

Meski bersedia menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf, namun Yusril menegaskan bahwa ia tidak tergabung dalam tim kampanye nasional.

Ia sebagai pengacara dari luar tim akan membantu jika Jokowi-Ma'ruf dan timnya berhadapan dengan proses hukum selama masa kampanye pilpres. 

"Jika ada hak-hak Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf yang dilanggar, Beliau dihujat, dicaci dan difitnah misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta yang sesungguhnya atau sebaliknya, agar segala sesuatunya dapat diletakkan pada proporsi yang sebenarnya," bebernya dilansir laman Kompas, Selasa (6/11/2018).

Sementara itu, Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, Arya Sinulingga mengakui lawyer yang hebat.

"Pak Yusril (Yusril Ihza Mahendra) itu kan ahli hukum. Hukum politik dan hukum negara juga. Banyak kasus sengketa politik yang dia tangani di MK dan Bawaslu, dan dia memenangkan kasus-kasus itu," ungkap Arya Sinulingga.

Ia mengatakan, alasan menggandeng Yusril karena Ia adalah figur profesional. Meski aktif di partai politik, menurut dia, Yusril dapat bersikap profesional saat menjalani profesi sebagai pengacara. 

"Yusril juga komit menerima tawaran sebagai pengacara pasangan Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf tanpa bayaran," ujar Arya.

Arya menilai, kesediaan Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf menunjukkan keinginan mendukung penyelenggaraan Pilpres 2019 berjalan lancar, bersih, kredibel, dan bermartabat. 

"Pak Yusril menginginkan agar Pemilu Presiden 2019 berjalan demokratis, sehingga dia bersedia menjadi pengacara Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf," bebernya.

Diketahui, merupakan pengacara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014 lalu. Yusril juga tercatat menjadi kuasa hukum dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang dibubarkan rezim Jokowi.