Senin, 05 November 2018 20:02 WITA

Dua Hari di Sulteng, Ketua STIBA Makassar Uraikan Amalan Tolak Bala

Editor: Abu Asyraf
Dua Hari di Sulteng, Ketua STIBA Makassar Uraikan Amalan Tolak Bala
Setelah 20 relawan pulang, giliran Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Ustaz Muhammad Yusran Anshar, Lc, MA, PhD ke Sulawesi Tengah. Selama dua hari, Sabtu-Ahad (3-4/10/2018), agendanya cukup padat.

RAKYATKU.COM - Setelah 20 relawan pulang, giliran Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Ustaz Muhammad Yusran Anshar, Lc, MA, PhD ke Sulawesi Tengah. Selama dua hari, Sabtu-Ahad (3-4/10/2018), agendanya cukup padat.

Didampingi Ketua P3M Ustaz Syandri Syaban, Lc, MA, Ustaz Yusran datang menyerahkan bantuan kepada para korban. Bantuan tersebut hasil penggalangan dana yang dilakukan mahasiswa STIBA.

Selain itu, Ustaz Yusran juga didaulat menyampaikan taushiyah di sejumlah tempat. Agenda dimulai pada Sabtu pagi hingga jelang zuhur. Ustaz Yusran menyampaikan taushiyah pada temu kader Wahdah Islamiyah di Masjid Hadi Al-Quraim Tinggede, Sigi. 

Di sini, Ustaz Yusran menyampaikan tadabbur ayat 60 dari surah Al Baqarah, "Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing)."
 
Bakda zuhur hingga asar, dilanjutkan dengan temu kader khusus akhwat atau muslimah. Ustaz Yusran menyampaikan taushiyah seputar hikmah di balik musibah. Usai menyampaikan pelajaran-pelajaran dari ayat ini.

Dua Hari di Sulteng, Ketua STIBA Makassar Uraikan Amalan Tolak Bala

Selanjutnya antara magrib dan isya, ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah itu mengisi taklim dengan tema "Tersenyum di Balik Musibah" di Masjid Raya Baiturrahim Lolu, Kota Palu.

Keesokan harinya, Minggu bakda subuh di Masjid al-Amanah Kota Palu, Ustaz Yusran menyampaikan taklim bertema "Madrasah Salaf as-Shaleh". Sebagai agenda penutup, tablik akbar di Masjid di Masjid Al-Istiqomah, Labuan Bajo, Donggala.

Kegiatan ini dilaksanakan Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Kabupaten Donggala dengan mengusung tema "Donggala Berhijrah". Ratusan warga menghadiri acara ini dan bersemangat mendengarkan taushiyah tersebut.
 
Dalam materinya, Ustaz Yusran terlebih dahulu memotivasi warga yang hadir dengan menyampaikan keutamaan-keutamaan menuntut ilmu dengan duduk bermajelis.

"Kegiatan seperti inilah yang akan menghilangkan murka Allah dan mengundang rahmat Allah Ta’ala," ujar alumni Universitas Islam Madinah itu.
 
Ia kemudian mengutip hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Allah Ta’ala memiliki malaikat-malaikat yang sangat banyak jumlahnya. Di antara malaikat, ada yang bertugas untuk mencari majelis-majelis ilmu dan pengajian-pengajian. Jika para malaikat tersebut telah ada yang mendapatkan majelis ilmu, maka mereka pun ikut menjadi pendengar dalam majelis tersebut. 

"Malaikat tersebut mengatakan, 'Ke sini lah!' kepada malaikat yang lain, mengajak untuk hadir, sehingga mereka duduk bershaf-shaf hingga ke langit," jelasnya.
 
Berkaitan dengan tema tablik akbar, Ustaz Yusran mengungkapkan, arti hijrah menurut para ulama adalah berpindah. "Hijrah ada yang bersifat hissiyyah dan ma’nawiyah. Hijrah hissiyyah adalah berpindah fisik, sedangkan hijrah ma’nawiyah adalah berpindah amalan-amalannya," tukasnya.

Ustaz Yusran menjelaskan, hijrah ma’nawiyah adalah berpindah sikap dan perilaku. Meskipun mungkin ia masih tetap bermukim di tempat semula namun telah mengubah keadaan dirinya. Sebagai contoh, orang yang masih berada di Donggala, namun orang tersebut sedang berusaha mengubah segala tingkah lakunya.
 
"Mari kita berhijrah, berhijrah dari apa? Berpindah dari manusia yang banyak bermaksiat menuju manusia yang banyak berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala," ajak Ustaz Yusran.
 
Salah satu cara menyelamatkan diri dari bala, lanjut Ustaz Yusran, adalah dengan melakukan perbaikan-perbaikan. Inilah cara yang telah ditempuh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Sebagaimana ditegaskan Allah dalam Alquran, bahwa Allah tidak akan menyiksa suatu kaum dengan kezaliman yang mereka lakukan, selama mereka adalah orang yang selalu mengadakan perbaikan, saling menasihati dari kesalahan.
 
"Bagaimana kita berhijrah? Kita mulai dari diri dan keluarga kita. Arahkan diri untuk rajin ke masjid, sembari mengajak anggota keluarga kita juga ikut menyejahterakan masjid. Sehingga tercipta keluarga yang shaleh, dan terkonversi menjadi masyarakat yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dari kondisi ini, niscaya akan tercipta Donggala yang mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah Subhana wa ta'ala," ujarnya.
 
Ustaz Yusran pun menyampaikan di antara hikmah musibah adalah munculnya kesadaran bahwa dunia begitu singkat.
 
"Betapa kematian adalah sesuatu yang pasti datangnya, waktunya hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala  yang mengetahui. Maka mari selalu mengisi waktu kita dengan amalan-amalan shaleh," tutupnya.
 
Tablik akbar kemudian dilanjutkan dengan pembagian 700 paket sembako kepada ratusan warga yang hadir yang terdiri atas jemaah laki-laki dan perempuan, para pemuda serta anak-anak.