Senin, 05 November 2018 15:57 WITA

Tewaskan 36 Orang, Berkas Nakhoda KM Lestari Maju Dilimpahkan ke Kejaksaan

Penulis: Himawan
Editor: Abu Asyraf
Tewaskan 36 Orang, Berkas Nakhoda KM Lestari Maju Dilimpahkan ke Kejaksaan
Suasana saat KM Lestari Maju karam di perairan Selayar, Juli 2018.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Penyidik Polda Sulsel melimpahkan satu berkas perkara tersangka kasus tenggelamnya Kapal Muatan Lestari Maju di Kejaksaan setelah dinyatakan lengkap (P21). Satu tersangka itu ialah nahkoda KM Lestari Maju, Agus Susanto. 

Direktur Dirreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan mengatakan penyerahan tersangka dan barang bukti itu dilakukan pada Senin (5/11/2018) hari ini. Penyerahan ini lebih awal setelah tersangka ditahan selama 120 hari di Mapolda Sulsel. 

"Karena nakhoda ancaman hukumannya sembilan tahun dan dia lengkap ditahan selama 120 hari. Itu harus segera dilimpahkan," kata Yudhiawan, Senin (5/11/2018).

Sementara untuk dua tersangka lainnya, Yudhiawan mengaku belum dilimpahkan. Hal ini lantaran berkas perkaranya masih belum dinyatakan lengkap. 

Selain itu, kedua tersangka yakni Syahbandar Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Kuat Maryanto dan pemilik KM Lestari Maju, Hendra Yowono Njo dijerat pasal berbeda. 

"Kalau kuat Maryanto dan pemilik kapal itu ancamannya kurang dari sembilan tahun. Jadi tidak turun secara bersamaan," imbuhnya. 

Yudhiawan menambahkan untuk pemilik KM Lestari Maju juga sudah tidak ditahan di Mapolda Sulsel. Hal ini dikarenakan ancaman hukuman yang dijeratkan kepadanya lebih ringan. Sehingga penyidik hanya menahannya sekitar 60 hari. 

"Jadi dia keluar demi hukum kira-kira sebulan yang lalu. Kewenangan polisi tidak ada lagi," pungkasnya. 

KM Lestari Maju karam di perairan Pabaddilan Desa Bongayya, Kecamatan Bonto Matene, Kabupaten Kepulauan Selayar Juli 2018. Peristiwa itu menewaskan 36 orang, termasuk beberapa anak-anak. 

Nakhoda KM Lestari Maju, Agus Susanto dan perwira Syahbandar Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Kuat Maryanto dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kematian puluhan penumpang itu. 

Terakhir, pemilik KM Lestari Maju, Hendra Yowono Njo juga ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi lantaran dinilai mempekerjakan awak kapal tanpa memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi.