Senin, 05 November 2018 11:03 WITA

Waketum PAN Tersangka, Ali Ngabalin: Semoga Amien Rais Cepat Bertobat

Editor: Abu Asyraf
Waketum PAN Tersangka, Ali Ngabalin: Semoga Amien Rais Cepat Bertobat
Ali Mochtar Ngabalin

RAKYATKU.COM - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin kembali muncul. Kali ini, dia menyindir Amien Rais terkait penetapan tersangka Wakil Ketua Umum PAN, Taufik Kurniawan.

Politikus Partai Golkar itu lantas mengungkit-ungkit istilah "hizbullah" atau "partai Allah" yang pernah dilontarkan Amien Rais.

"Innalillahi wainnailahirajiun, kader terbaik hizbullah PAN diciduk KPK. Sebaiknya Amien Rais bisa menjelaskan ke publik kenapa bisa sampai kader terbaik 'partai Allah' jadi tersangka," ujar Ngabalin, Minggu (4/11/2018).

Mantan anggota DPR RI itu menganggap kasus Taufik sebagai teguran Allah subhanahu wata'ala terhadap pernyataan-pernyataan Amien Rais.

"Satu per satu Tuhan menjawab pernyataan sampah dan angkuh dari seorang Amien Rais. Semoga beliau bisa cepat bertobat dan kembali ke jalan yang benar karena selama ini beliau sangat negatif dan membenci Jokowi dan pemerintah," ucap Ngabalin.

Dengan nada menyindir, Ali juga menyampaikan duka yang amat dalam atas penetapan tersangka pada wakil ketua DPR RI tersebut.

DPP Partai Amanat Nasional (PAN) sendiri bergerak cepat dengan mengganti Taufik Kurniawan sebagai wakil ketua DPR. Satu nama calon sudah disepakati dan segera dikirim ke pimpinan DPR.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, penetapan satu nama sebagai pengganti Taufik Kurniawan di posisi pimpinan DPR melalui proses mufakat. Tak ada perbedaan pendapat.

"Di internal PAN tidak ada tarik menarik, tidak ada perdebatan panjang tidak ada silang sengketa pendapat. PAN itu sepakat untuk menentukan pilihan dan saya bilang tadi satu nama sudah ada," tegas Yandri.

"Sekarang yang jadi kendala DPR sedang reses, sementara di UU MD3 bahwa pelantikan PAW atau pergantian pimpinan DPR itu harus di depan sidang paripurna. Sidang paripurnanya bisa digelar ketika masa sidang itu sudah kembali aktif. Kalau reses, kan nggak boleh ada sidang paripurna," jelas Yandri.

Sebelumnya, Taufik ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen pada APBN Perubahan Tahun 2016. 

"TK ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di Kantor KPK Kavling C-1," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Dalam kasus ini, Taufik diduga menerima hadiah atau janji terkait perolehan anggaran DAK fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016. Setelah M Yahya Fuad dilantik sebagai Bupati Kebumen, ia diduga melakukan pendekatan pada sejumlah pihak termasuk Taufik. 

Dalam pengesahan APBN Perubahan Tahun 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan sebesar Rp93,37 miliar. Taufik diduga menerima fee sekitar Rp3,65 miliar dari pengurusan DAK tersebut.

Loading...